IMG 20211221 WA0037

Ada Bau Tidak Sedap: Tercium Area Berdirinya Tiga Perusahaan Ternak di Desa Sodong

0 0
Silahkan Share
Read Time:4 Minute, 19 Second

cyberinvestigasi.com, 21 Desember 2021
Pandeglang – Sudah berdiri dan berjalan tiga Perusahaan ternak di Desa Sodong Kecamatan Saketi Kabupaten Pandeglang-Banten, yang mana dari tiga Perusahaan ini ada dua Perusahaan di Pembesaran Ayam Pedaging (Broiler), yaitu PT. Barokah dan PT Japa, dan yang satu Di Penetasan Ayam (Hatchry) yaitu PT CTU.

Awal mulai berdirinya tiga perusahaan ini, tidak luput dari berbagai macam polemik yang terjadi, karena berdirinya tiga perusahaan ini secara letak wilayah sangat dekat sekali dengan kawasan permukiman masyarakat, dan juga ada dua lembaga pendidikan yang radius jaraknya sangat dekat sekali, kurang lebih 200 meter jarak dari perusahaan yang berdiri.

Sesuai hasil penelusuran awak media, yang berhasil dihimpun dari beberapa waktu lalu, bahwa dengan berdirinya tiga perusahaan ini memang dari awal beberapa kalangan sudah punya kekhawatiran, apakah berdirinya tiga perusahaan ini akan membuat dampak lingkungan yang buruk, dikarenakan itu tadi sangat dekat permukiman masyarakat.

Selang beberapa bulan ketika sudah beroperasinya perusahaan di wilayah ini, akhirnya kekhawatiran beberapa pihak itu terjadi, salah satu perusahaan ayam broiler yaitu PT Barokah, itu menimbulkan bau tidak sedap dan menyengat, dan membuat tidak nyaman.

Peristiwa ini dibenarkan oleh Sadi Daud, sebagai Ketua Ormas Badak Banten DPC Saketi,ketika Ditemui di Sekretariat Badak Banten di Kampung KD Pinang Desa Sodong Kecamatan Saketi pada Hari Senin 20-12-2021,ketika ditanyakan tanggapannya mengenai masalah yang terjadi dari salah satu dari tiga perusahaan yang berdiri,yaitu PT Barokah yang sekarang menimbulkan bau tidak sedap dari hasil proses produksinya, dan Sadi Daud mengungkapkan bahwa ini sebenarnya sudah jadi kekhawatiran dari awal berdirinya perusahaan tiga ini, karena ini sangat dekat sekali dengan permukiman, dan pasti ketika ada dampak seperti ini langsung akan tercium bau tidak sedap dan membuat tidak nyaman lingkungan.

BACA JUGA :  Pemerintah Desa Sudamanik dan Muspika Cimarga Gelar Operasi Yustisi

“Semenjak mulai berdirinya tiga perusahaan ini, sebenarnya kami pihak Ormas Badak Banten sudah menegur pihak perusahaan dari awal dengan melakukan audiensi yang di fasilitasi pihak Kecamatan, apakah tiga perusahaan ini tidak akan berdampak buruk terhadap lingkungan waktu itu kami Pertanyaan, karena kami khawatir sebab berdirinya tiga perusahaan ini di sekitar permukiman masyarakat, dan benar saja kekhawatiran kami jadi nyata, dan salah satunya ini yang menimbulkan bau tidak sedap,”. ungkap Sadi Daud.

Lebih lanjut Sadi Daud menjelaskan, bahwa mereka sebagai Ormas sudah dari awal menegur, ke pihak-pihak terkait dan pada waktu audiesi itu mereka pertanyakan apakah dengan berdirinya tiga perusahaan itu tidak akan berdampak buruk, dan pihak-pihak terkait waktu audiensi itu menjelaskan ke mereka bahwa ini tidak akan berdampak buruk ke lingkungan, dan setelah menemui kenyataannya seperti ini, pihak Ormas Badak Banten meminta untuk MENUTUP KETIGA PERUSAHAAN ITU.

“Kami waktu itu sudah melakukan Audiensi Di Kecamatan Saketi untuk pertanyaan apakah berdirinya tiga perusahaan ini akan berdampak buruk pada lingkungan, dan mereka pihak terkait seperti Dinas Perizinan, Dinas Lingkungan Hidup dan Dinas lainnya menjelaskan ini berdirinya tiga perusahaan tidak akan menimbulkan masalah, tapi kenyataannya sekarang seperti ini, belum lagi masalah-masalah yang belum kami ungkap, maka dengan ini kami Ormas Badak Banten DPC Kecamatan Saketi, meminta UNTUK MENUTUP TIGA PERUSAHAAN ITU,”. Tegas Sadi Daud.

Peristiwa ini juga dibenarkan oleh Kepala Desa Sodong H Sofyan Rizqi ketika ditemui dikediamannya pada hari Senin 20-12-2021 sekitar pukul 21:30WIB, dan Ia merasa khawatir terhadap Masyarakatnya,dan Ia juga mengkhawatirkan dampak-dampak buruk dari berdirinya tiga Perusahaan tersebut, tidak menutup kemungkinan karena tiga perusahaan tersebut berdiri disekitar Permukiman Warga, karena Ia sudah mendapat laporan-laporan mengenai dampaknya,terutama bau yang tidak sedap, dari tiupan blower dari salah satu perusahaan tersebut.

BACA JUGA :  Panglima TNI dan Kapolri Tinjau Serbuan Vaksinasi Merdeka di Lapangan Thor Surabaya

“Saya sangat khawatir dengan Warga Desa Saya,karena berdirinya tiga Perusahaan ini sudah menimbulkan dampak buruk,dan saya juga mengkhawatirkan dampak-dampak buruk lainnya ke lingkungan, dan saya juga sudah mendapatkan laporan – laporan dari warga saya masalah bau tak sedap yang ditimbulkan dari salah satu perusahaan tersebut,”. Ungkap Sofyan Rizqi.

IMG 20211221 WA0038
Lebih lanjut H Sofyan Rizqi menegaskan,kalau berdirinya tiga perusahaan ini menimbulkan dampak lingkungan buruk, Lebih baik di Nonaktifkan kegiatan Produksinya, walaupun ini memang bisa menyerap tenaga kerja, itupun hanya beberapa persen penduduk Asli.

“Kalau berdirinya tiga Perusahaan ini menimbulkan dampak buruk ke lingkungan, lebih baik di Nonaktifkan kegiatan Produksinya, walaupun ini bisa menyerap tenaga kerja,itupun hanya beberapa Persen Penduduk Asli,”. Tegasnya.

Salah satu Warga yang enggan disebutkan namanya, dan Ia tinggal sangat dekat ke salah satu perusahaan mengungkapkan keluhannya kepada Wartawan,bahwa semakin hari semakin tidak nyaman dengan berdirinya Perusahaan ini, apalagi Ia menjelaskan masalah bau yang tidak sedap yang ia rasakan.

“makin hari saya rasa semakin tidak nyaman saja ini dengan berdirinya Perusahaan ini,apalagi sekarang ada bau yang tidak sedap,yang mau tidak mau saya rasakan tiap hari,” keluh salah satu Warga yang enggan disebutkan namanya.

Salah satu Warga inipun menjelaskan bahwa Ia pernah melihat langsung salah satu Perusahaan ini membuang limbahnya ke Pesawahan Warga sekitar, dan limbah itu beraroma seperti bau telur busuk, juga berbau amis, dan Ia langsung tegur ke Perusahaan tersebut, dan pembuangan itu dihentikan,dan sekarang belum tau.

“Pernah saya saksikan langsung PT itu membuang air limbahnya ke pesawahan warga, yang terletak di bagian belakang perusahaan, dan itu beraroma telur busuk, dan juga bau amis, langsung saya tegur perusahaannya dan langsung dihentikan pembuangan waktu itu, tapi sekarang saya belum lihat kesitu lagi, takutnya perusahaan itu buang limbah lagi seperti waktu itu,”. Ungkapnya.

BACA JUGA :  Pemkab Pandeglang Hibahkan 2 Unit Microbus Untuk Badan Usaha Milik Desa

*Puskominfo Indonesia*
Cyber-Red

Dede Supriyadi

Happy
Happy
%
Sad
Sad
%
Excited
Excited
%
Sleepy
Sleepy
%
Angry
Angry
%
Surprise
Surprise
%

Average Rating

5 Star
0%
4 Star
0%
3 Star
0%
2 Star
0%
1 Star
0%