Bareskrim Polri Minta Jajarannya Tidak Segan Untuk Hukum Mati Pengedar Narkoba

Redaksi
0 0
Read Time:1 Minute, 56 Second

cyberinvestigasi.com, 24 Desember 2020, Jakarta – Bareskrim Polri meminta kepada seluruh jajarannya untuk tidak segan melakukan tindakan tegas dan terukur, atau menghukum mati kepada seluruh pengedar narkoba di Indonesia.

Wakabareskrim Polri Irjen Wahyu Hadiningrat, telah menjelaskan bahwa peredaran narkotika merupakan kategori kejahatan yang luar biasa.
Sebab itu, kata Wahyu, diperlukan penanganan yang luar biasa dalam penegakan hukumnya.

“Kepada seluruh jajaran hukum, saya mengajak untuk gencar menindak dan memberi hukuman paling berat kepada para pelaku kejahatan narkotika, bahkan tidak perlu ragu memberikan hukum mati kepada pelaku yang penuhi syarat hukuman mati,” kata Wahyu saat jumpa pers pemusnahan barang bukti narkotika di Gedung Bareskrim Polri, Jakarta Selatan, pada Rabu, (23/12/2020).

Selain itu, Wahyu juga berharap, seluruh terpidana mati dari perkara narkotika bisa agar segera dieksekusi. Menurutnya, hal itu bisa menjadi efek jera bagi pihak yang mencoba mengedarkan barang haram di Indonesia.

“Dan ekseskusi mati harus cepat pelaksanaannya, supaya memberikan efek jera bagi siapapun yang berniat menjadi pelaku kejahatan narkotika,” ujar Wahyu.

Pada kesempatan itu, Wahyu juga tak lupa berpesan kepada seluruh jajaran kepolisian untuk tidak tergoda atau sekali-sekali ikut “bermain” dalam peredaran narkoba.

IMG 20201224 084258

Sebagaimana perintah Presiden Joko Widodo (Jokowi), kata Wahyu, aparat penegak hukum yang terlibat kasus narkoba akan diberikan sanksi tegas dan maksimal dalam proses penegakan hukum.

“Saya berpesan khusus kepada jajaran aparat penegak hukum supaya tidak sekali-kali terlibat dalam kejahatan narkoba dengan menjadi pemakai, informan, kurir dan backing penjahat narkoba apalagi menjadi pengedar atau bandar.
Perintah Presiden Jokowi sudah jelas bahwa kepada jajaran aparat hukum yang terlibat kejahatan narkoba akan diberi tegas dan diberi hukuman maksimal,” papar Wahyu.

Sementara itu, Direktur Tindak Pidana Narkotika dan Zat Adiktif Kejagung RI, Darmawel Aswar, juga menyebutkan, untuk di saat Pandemi Covid-19 modus peredaran narkoba marak terjadi dengan cara pemesanan online.

“Karena pandemi Covid-19 maka modus sekarang yang beredar sekarang adalah sistem dengan online artinya dikirim barang itu kemudian di beli, dan modusnya seolah-olah beli sama-sama untuk persediaan di tempat.
Padahal sesungguhnya mereka berusaha untuk menumpuk,” ujarnya.

Senada, Darmawel, juga memastikan komitmen Kejaksaan Agung untuk menindak tegas kepada seluruh pengedar narkotika di Indonesia. Hukuman tegas akan diberikan kepada mereka yang merusak generasi bangsa.

“Kami dari kejaksaan berkomitmen khususnya narkoba setiap perkara yang masuk ke kami hampir rata-rara kami lakukan penuntutannya kalau tidak seumur hidup kalau tidak mati,” ucapnya

Cyber/Red
Mpap s

Happy
Happy
0 %
Sad
Sad
0 %
Excited
Excited
0 %
Sleepy
Sleepy
0 %
Angry
Angry
0 %
Surprise
Surprise
0 %
Next Post

Kemendagri dan Kemenhub Tandatangani Kesepakatan Bersama Dukungan Tugas dan Fungsi

cyberinvestigasi.com, 24 Desember 2020, Jakarta – Menteri Dalam Negeri (Mendagri) yang diwakili Sekretaris Jenderal (Sekjen) Kemendagri Muhammad Hudori, bersama Menteri Perhubungan (Menhub) Budi Karya Sumadi, telah menandatangani kesepakatan bersama tentang dukungan pelaksanaan tugas dan fungsi Kemendagri dan Kemenhub. Acara dilangsungkan di Kantor Kemendagri Jakarta, Rabu kemarin (23/12/20). “Melalui kesepakatan bersama […]
IMG 20201224 080359

Subscribe US Now