CV. Ciwasiat Diduga Tidak Punya Modal Dan Mengambil Keuntungan Program BPNT Sebelum Penyaluran

Redaksi
IMG 20211005 WA0197
0 0
Read Time:2 Minute, 3 Second

Cyberinvestigasi.com, Pandeglang – Carut marut program BPNT di Pandeglang sepertinya sulit diselesaikan.
Seperti adanya persoalan pada salah satu aagen e-waroeng dadakan yang diketahui, diduga adanya data penerima piktif, bahkan sembako busuk, serta supplier yang juga diduga tidak mempunyai modal usaha yang akhirnya disinyalir telah turut membuat program tidak berjalan dengan semestinya.

Di Kecamatan Cikeusik, Kabupaten Pandeglang, dengan Penerima manfaat ribuan Keluarga contohnya, ada CV. Ciwasiat yang diduga bertindak layaknya Calo Program.
Bagaimana tidak, bahan sembako yang disediakan merupakan hasil belanja orang lain yang kemudian di kirim langsung ke agen e-waroeng.

Sedangkan pembayaran kepada yang mengirim sembako ke agen dilakukan pasca supplier, dalam hal ini CV. Ciwasiat dilakukan beberapa Minggu bahkan lebih saat Agen sudah melakukan pembayaran ke Supplier.

Hal ini diungkapkan oleh Ahmad Saepudin Kordinator Eksponen Pemuda Cikeusik, yang menurutnya”,
Dengan keadaan seperti ini Program akan tidak maksimal.

“Dengan alur semakin panjang, harga barang akan melambung tinggi tentunya ini sangat merugikan penerima manfaat” kata Ahmad.

Selain itu kata Ahmad, ada persoalan besar lainnya yang harus menjadi perhatian.
Dimana Pemerintah Kabupaten Pandeglang telah memberikan kuasa kepada Supplier yang tidak punya modal usaha.

“Sebab adanya supplier dalam program BPNT ini salah satunya karena agen terbatas modalnya, eh ini Pemkab Pandeglang malah kasih supplier diduga perusahaan sembako dadakan dan gak punya modal” ungkapnya

Ahmad menambahkan dalam prakteknya CV. Ciwasiat bahkan meminta keuntungan program lebih dulu sebelum sembako diberikan kepada masyarakat.

“Modusnya dengan meminta uang keuntungan kepada orang yang mau supplai barang bantuan. Sebagai imbalannya, orang tersebut akan mendapatkan Pesanan barang dari CV. Ciwasiat untuk dikirim ke agen e-waroeng”

Ahmad berharap persoalan ini harus segera dibenahi oleh Pemkab Pandeglang khususnya Dinas Sosial dengan menghentikan kerjasama Agen e-waroeng dengan CV. Ciwasiat.

Sementara itu Deden Apriandi Pimpinan CV. Ciwasiat saat di konfirmasi mengatakan ia siap memberikan rek koran perusahaan dari Pebruari sampai Juli kepada wartawan saat dikonfirmasi melalui pesan WhatsApp.

“Saya tidak pernah kerjasama dengan pihak lain kecuali bulan kemarin beras 10 ton dengan saudara nurjaya dan setelah pengiriman langsung saya setorkan sesuai dgn faktur” kilah Deden

Deden menegaskan Kalo ada bukti pihak lain yang setor dimuka ke saya pribadi saya minta buktinya kepada siapa dan siapa
Terkait dengan bpnt.

Deden meminta Supaya lebih akurat dan tidak ada pihak yg memanfaatkan situasi ini ia meminta wartawan datang ke kantornya.

“Berikut saya jelaskan dengan bukti-buktinya nya. Kalaupun ada pihak yg merasa dipinta atau sudah menyetorkan uang di muka kepada saya silahkan bawa orang-nya, Itu lebih baik” pungkasnya.

*Puskominfo Indonesia*
Cyber-Red

(M.S)

Happy
Happy
0 %
Sad
Sad
0 %
Excited
Excited
0 %
Sleepy
Sleepy
0 %
Angry
Angry
0 %
Surprise
Surprise
0 %
Next Post

Doni Eka Putra Syah Pimpin Dpw KPK Tipikor Provinsi Banten

Cyberinvestigasi.com, LebakB – Guna memberikan sebuah lembekalan terhadap anggaota Kpk Tipikor di tingkat Dpw Prov. Banten, telah di selenggarakan giat bintek di hari pengukuhan dan pelantikan yang telah diselenggarakan di aula sekertariat Dpw Kpk Tipikor, Jln. A. Yani Kampung Hegarmanah Desa Kaduagung Timur Kecamatan Cibadak Kabupaten Lebak-banten, Pada Sabtu kemarin […]
IMG 20211005 WA0215

Subscribe US Now