Dari Sekian Organisasi Kewartawan, MOI Akan Bina Media Online Menjadi Prpopesional dan Bermartabat

Redaksi
0 0
Read Time:1 Minute, 48 Second

cyberinvestigasi.com, 12 Maret 2021, Serang — Ketika banyak pihak “memerangi dan mengdiskreditkan” yang disebut sebagai wartawan abal-abal, Perkumpulan Perusahaan Media Online Indonesia (MOI), justru akan membina para wartawan yang disebut abal-abal (tidak memiliki media yang jelas). Sebab para wartawan itu perlu solusi agar mereka menjadi terhormat.

“MOI memiliki komitmen untuk mengangkat harkat dan martabat para wartawan. Meningkatkan kompetensi mereka agar dapat menjadi wartawan yang profesional, kritis dan konstruktif,” tegas Sekretaris Jenderal Perkumpulan MOI, HM. Jusuf Rizal di Jakarta.

IMG 20210312 081830

Sikap MOI itu disampaikan, untuk merespon pertanyaan wartawan media terkait banyaknya wartawan media online abal-abal yang kini menjadi sorotan Dewan Pers serta Kepolisian. Wartawan abal-abal dinilai dapat merusak citra para wartawan secara luas di mata masyarakat. Selain itu dapat merugikan masyarakat atas tindakan yang tidak terpuji.

Jusuf Rizal yang juga Presiden LSM LIRA (Lumbung Informasi Rakyat) justru menilai keberadaan wartawan media online yang disebut orang abal-abal merupakan dampak dan konsekwensi kemajuan tehnologi dan revolusi industri 4.0.
Masyarakat tanpa dibekali dengan prinsip jurnalistik yang baik serta tanpa badan usaha dapat menyebut dirinya sebagai jurnalis/wartawan.

“Semangat para wartawan yang dilabeli dengan abal-abal itu, sebetulnya baik. Mereka juga ingin menjadi bagian dari kemajuan dan dapat menyampaikan informasi bagi kepentingan masyarakat. Untuk itu, jika ada yang kurang benar, kita tidak boleh hanya bisa menghujat tanpa solusi,” tegas Jusuf Rizal aktivis pekerja dan buruh itu.

Karena itu, tambah pria yang juga Ketua Umum Perkumpulan Wartawan Media Online Indonesia (PWMOI), bahwa dengan sebaliknya MOI akan mewadahi dan membina para wartawan media online yang disebut abal-abal itu, agar mereka bisa bekerja sebagai wartawan yang profesional dan bermartabat.

Para wartawan abal-abal itu akan diberi pelatihan teknik jurnalistik melalui pengembangan SDM MOI Institute.
Bagi mereka yang belum memiliki badan usaha, MOI dapat membantu mendirikan badan usaha berbadan hukum. MOI akan subsidi 50% pendirian PT hingga Kemenkumham.

“Tapi jika wartawan abal-abal itu tidak memiliki media online, MOI akan bantu agar mereka dapat menjadi wartawan media online anggota MOI. Kita bisa rekomendasikan untuk menjadi salah satu wartawan di daerah mereka berada. Prinsipnya MOI ingin mengangkat harkat dan martabat para wartawan media online di Indonesia,” tegas wartawan senior Jusuf Rizal.

Cyber/Red
(M.s.)

Happy
Happy
0 %
Sad
Sad
0 %
Excited
Excited
0 %
Sleepy
Sleepy
0 %
Angry
Angry
0 %
Surprise
Surprise
0 %
Next Post

Pengukuhan Kelompok Tani Kampung Sawah Oleh Wakil Wali Kota Bekasi Bersama Dandim 0507-Bekasi

cyberinvestigasi.com, 12 Maret 2021, Kota Bekasi – Dalam rangka meningkatkan kualitas ketahanan pangan bagi warga masyarakat kampung sawah, Wakil Wali Kota Bekasi DR. Tri Adhianto bersama Dandim 0507-Bekasi Letkol ARM Iwan Aprianto S.I.P, resmi kukuhkan relawan kelompok tani di Kampung Sawah Kelurahan Jati Melati Kecamatan Pondok Melati. Jumat, (12/03/2021). Turut […]
IMG 20210312 WA0024

Subscribe US Now