Diduga Adanya Pembangunan Pelabuhan Jetty Milik PT. Starmas Belum Miliki Kelengkapan Dokumen Perizinan

Redaksi
IMG 20210724 154745
0 0
Read Time:2 Minute, 59 Second

Cyberinvestigasi.com, 24 Juli 2021, Kabupaten Serang – Kegiatan pembangunan Pelabuhan jetty atau terminal khusus (Tersus) yang diduga milik PT. Starmas yang terletak di Desa Umbul Tanjung, Kecamatan Cinangka Kabupaten Serang, diduga tidak memiliki kelengkapan dokumen dan izin lingkungan maupun perizinan lain nya.
Seperti, (AMDAL, UKL/UPL).
Padahal dalam aturan, Jetty merupakan fasilitas yang diharuskan mengantongi kelengkapan dokumen seperti contoh salah satunya ialah izin lingkungan.
Sabtu, (24/7/2021).

Namun disisi lain, bahwa adanya aktivitas yang dilakukan PT. Starmas, justru telah menuai kejadian yang mana di beberapa waktu lalu beberapa warga masyarakat sekitar sebut saja Aang, Markoni, Saeful Bahri dan juga Sujai, adalah merupakan warga Pasauran, yang justru waktu lalu telah dilaporkan oleh salah satu oknum dari pihak perusahaan dan juga telah dilakukannya penangkapan terhadap empat (4) warga tersebut, yang mana perihal adanya penangkapan tersebut justru 4 (empat) warga itu merasa kebingungan dengan cara yang telah dilakukan pihak oknum yang melaporkan sebuah persoalan yang tidak mendasar dan bahkan diduga adanya intervensi terhadap warga.

Selanjutnya, adanya dugaan rencana pembangunan Jetty yang saat ini dikerjakan pelaksanaan nya di wilayah tersebut adalah pelaksanaan kegiatan yang diduga tidak jelas proses tahap pengerjaan nya.

“Saya baru dengar juga itu PT. Starmas yang telah melakukan kegiatan untuk pembuatan Jetty”,
Sebab selama ini, yang kami tahu dan kami menduga bahwa tidak pernah adanya sosialisasi yang sebelumnya dilakukan Pihak PT. Starmas terhadap warga masyarakat sekitar.

Seperti dikatakan salah satu warga yang tidak ingin disebutkan namanya, juga dirinya menambahkan bahwa dalam hal ini kegiatan tersebut perlu di konfirmasi, apakah pembangunan Jetty ini sudah ada secara keseluruhan dokumentasi dan perizinan nya, dan juga apakah sudah terdaftar di PTSP maupun di DLH, juga pihak pihak instansi lainnya yang ikut dalam keterlibatan secara kewenangan, sesuai Peraturan Daerah (Perda), pungkasnya.

Pembangunan pelabuhan jetty atau terminal khusus di Desa Umbultanjung Kecamatan Cinangka Kabupaten Serang, sebelumnya juga telah menuai protes dari beberapa warga masyarakat.

Bahkan bentuk protes dilakukan dengan telah melakukan pengaduan secara resmi kepihak Ombudsman RI perwakilan Provinsi Banten, yang mendesak PT. Starmas di proses secara ketentuan hukum terlebih dengan telah adanya penangkapan terhadap empat (4) warga, sebab kegiatan pembangunan tersebut diduga sudah mencoba melakukan perlawanan hukum sesuai ketentuan yang berlaku.

Ditempat terpisah, bahwa Harry, adalah selaku salah satu pihak Ombudsman RI perwakilan Provinsi Banten, dirinya telah menjelaskan bahwa bentuk aduan warga yang diterima pihak nya sedang dalam proses.

“Secara resmi bahwa aduan yang dilakukan oleh rekan dari warga sudah kami kaji dan sedang kami proses untuk sebuah tindak lanjut nya”,
Ucap Harry, menuturkan keterangan nya melalui pesan Whatsap saat dikonfirmasi.

Selanjutnya juga disisi lain, salah satu pihak PTSP Provinsi Banten menjelaskan bahwa untuk sementara saat ini, pihak perusahaan PT. Starmas belum ada terdaftar di provinsi, belum tertera dan muncul di sistem perizinan.

“Terkait adanya aktivitas di pelabuhan Jety tersebut, pihaknya mengaku belum tahu menahu dengan hal itu.

“Saya baru tau itu kalau disana ada aktivitas pembangunan Jety milik PT. Starmas. Kalau memang masih beraktivitas coba Pertanyakan untuk UKL-UP sebab itu harus ada, seperti IMB, dan minimal SKTR dari PUPR,
ucapnya dalam sebuah penyampaian saat di hubungi melalui seluler, ucap nya.

Dikesempatan lain, sebut saja (Ald) salah satu pihak yang mengakui bahwa benar dirinya adalah selaku sabkon dalam pengadaan material batu.

(Ald) juga menambahkan, bahwa projek juga sedang of belum ada aktivitas kembali, tuturnya mengungkapkan melalui telpon seluler nya saat di hubungi oleh “Mpp, yang juga merupakan warga masyarakat Cinangka.

“Maaf, coba bapak hubungi saja rekam saya yang di lapangan atas nama H. Oom, atau Frangky, tandasnya.
namun beberapa kali dihubungi melalui telepon selulernya, pihak atas nama H. Oom tidak pernah menerima atau angkat telepon.

_Puskominfo Indonesia_

Cyber-Red
(M.s.)

Happy
Happy
0 %
Sad
Sad
0 %
Excited
Excited
0 %
Sleepy
Sleepy
0 %
Angry
Angry
0 %
Surprise
Surprise
0 %
Next Post

Ombudsman Banten Temukan Posko Penyekatan Kosong Petugas Pada PPKM Darurat di Tangsel

Cyberinvestigasi.com, 24 Juli 2022, Tangsel – Pemerintah memutuskan untuk memperpanjang PPKM hingga 25 Juli 2021. Perpanjangan itu dilakukan setelah pemerintah menilai lonjakan kasus Covid-19 belum melandai signifikan. Namun, Pemerintah secara resmi tidak lagi menggunakan istilah Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat atau PPKM Darurat, namun pemerintah memilih istilah PPKM Level 4″, Hal […]
IMG 20210724 WA0023

Subscribe US Now