IMG 20220322 114549

FMCB: Forum Masyarakat Cilegon dan Banten Siap Bergerak Untuk PT. KS Jilid II

0 0
Silahkan Share
Read Time:2 Minute, 26 Second

Cyberinvestigasi.com, Cilegon – Berdasarkan informasi yang telah dirangkum cyberinvestigasi.com, bahwa dalam waktu dekat ini telah diketahui bahwa pihak Perusahaan Raksasa PT. Krakatau Steel (KS) akan kembali didatangi warga masyarakat Cilegon dan Banten yang tergabung dalam Forum Masyarakat Cilegon Banten (FMCB) yang menuding bahwa perusahaan tidak Pro Warga Lokal.

Hal ini telah disampaikan langsung “Yasser, yang mana dirinya telah membenarkan bahwa, dalam waktu dekat dirinya dan kawan kawan pergerakan lainnya selaku warga masyarakat Cilegon dan Banten, akan mendatangi kembali Perusahaan KS.

“Ini saya katakan Jilid ke-II untuk datangi PT. KS”,
Hal ini juga akan dilakukan bahwa, selain dari telah adanya dugaan dugaan kasus lainnya, juga disinyalir bahwa pihak Perusahaan PT. KS yang memiliki salah satu anak perusahaan telah diduga tidak memberikan kesejahteraan terhadap warga lokal, khususnya dalam hal kerjasama usaha, papar Yasser, bebernya menyampaikan kepada media, melalui pesan WhatsAppnya.

Selanjutnya masih dikatakan Yasser, bahwa menurut dirinya juga telah diketahui bahwa baru baru ini telah menerima kabar yang tidak menyenangkan yang disampaikan salah satu pengusaha lokal yang mana sebelumnya telah mendapatkan sebuah projek jembatan spillwayB40 di waduk krenceng Milik PT. KTI selaku Anak Perusahaan Krakatau Steel.

“Dalam hal adanya kejadian tersebut, kami menuding bahwa diduga keras Pihak KTI tidak pro warga lokal.

IMG 20220322 114632

Tudingan terhadap PT. KTI selaku anak perusahaan Krakatau Steel yang tidak pro warga lokal ini terungkap saat salah satu pengusaha lokal mengeluhkan dengan proses pekerjaan yang seharusnya berkontrak langsung dengan pihak PT Krakatau Perbengkelan dan Perawatan (KPdP) yang telah di akuisisi perusahaan KTI, namun di perjalanan dengan alasan sinergi antara anakan perusahaan KS yang akhirnya memenangkan PT Purna Baja Harsco anakan perusahaan KS dan berkontrak dengan pengusaha lokal dengan konsekuensi harga yang lebih rendah, dan dalam perjalanananya dirinya diputus kontrak sepihak, padahal modal kerja dan lain-lainnya ada di akhir pekerjaan .

BACA JUGA :  Pemerintah Mulai Mencairkan Dana Bantuan Langsung Tunai (BLT) Rp 600 Ribu Bagi Pekerja Yang Bergaji di Bawah Rp 5 Juta

Hal itu dikatakan Taufik,
Selaku pihak perusahaan yang merasa dirugikan.

“Sebagai warga lokal yang sebelumnya juga mendapatkan sebuah pekerjaan konstruksi Jembatan Spillway B40 milik PT. KTI selaku owner, jelas kami merasa dirugikan secara meteril dan Immaterial”,

Seharusnya Pihak Perusahaan juga profesional, apalagi ini merupakan Perusahaan BUMN, imbuhnya.

Kami pengusah lokal, sangat turut prihatin dan merasa miris dengan sebuah managemen perusahaan Raksasa yakni PT. KS yang telah memiliki anak perusahaan yang tidak pro terhadap kesejahteraan masyarakat khususnya pengusaha kecil.

“Kami merasa miris dan Prihatin, sebab perusahaan yang bergerak di air bersih ini juga banyak hal yang diduga tidak mengacu pada SOP dan serta tranparasi, seperti kontribusi atau konpensasi terhadap warga sekitar wilayah yang diambil sumber daya alamnya, juga sampai saat ini diduga tidak jelas tersalurkannya.

“Kita sebagai masyarakat lokal ingin sama-sama cari solusi, bukan untuk sebaliknya malah menjadikan asas manfaat demi kepentingan golongan, sebab kami warga masyarakat juga berharap bahwa hadirnya industri bisa dirasakan manfaatnya oleh warga sekitar terlebih kami diwilayah yang diambil sumber daya alamnya,” tutup Taufiq, diakhir penyampaian.

_Hingga berita ini diterbitkan, beberapa kali upaya kami konfirmasi dengan pihak Humas PT. KTI tidak ada respon apapun_

*Puskominfo Indonesia*
Cyber-Red

M.s

Happy
Happy
%
Sad
Sad
%
Excited
Excited
%
Sleepy
Sleepy
%
Angry
Angry
%
Surprise
Surprise
%

Average Rating

5 Star
0%
4 Star
0%
3 Star
0%
2 Star
0%
1 Star
0%