IMG 20220213 115616

Gelar Istighotsh Bersama dalam Rangka Harlah NU-96 Oleh Warga Masyarakat Cinangka Kabupaten Serang

0 0
Silahkan Share
Read Time:1 Minute, 34 Second

Cyberinvestigasi.com, Cinangka, 13 Februari 2022, Serang Kabupten – Dalam pelaksanaan acara yang telah dilaksanakan serta penuh dengan kesederhanaan ini, dengan melalui tema

“Kemandirian Dalam Berkhidmat Untuk Peradaban Dunia”,

Seperti diketahui bersama, Tokoh NU dan kaum nasionalis adalah merupakan unsur yang tak bisa dipisahkan dalam membangun Indonesia, guna menunjukkan kepentingan agama dan nasionalis yang harus terus diperjuangkan.
Sebab pada dasarnya tokoh NU dan kaum nasionalis adalah satu kesatuan yang tidak terpisahkan, yang selalu bahu-membahu dalam membangun negeri.

Hadir dalam acara unsur
Muspika Kecamatan Cinangka, MWC-NU kecamatan Cinangka, Para Ketua Paguron yang diantaranya IPSI, Kesti Ttkkdh, Bandrong se-kecamatan Cinangka, serta para tokoh dan para alim ulama, juga para undangan dari berbagai desa se-kecamatan Cinangka. Minggu, (13-02-2022).

Perayaan harlah NU ke-96 yang diselenggarakan oleh MWC-NU Cinangka, juga senantiasa untuk terus mengingatkan tentang kepentingan agama dan nasionalisme yang perlu terus diperjuangkan secara simultan dan demi menjaga keseimbangan bangsa kita”, agar tetap terjaga, selalu rukun, dan tentu saja dapat menciptakan sebuah kedamaian untuk bersama.

Seperti dikesempatan berlangsungnya acara, dikatakan H. Sukma, bahwa kepada media dirinya menjelaskan,

“Selaku kaum nahdliyin dan nasionalis kami selaku pengurus di MWC-NU Kecamatan Cinangka Kabupaten Serang akan tetap bertanggung jawab dan terus membangun silaturahmi bersama Tokoh ulama, masyarakat serta instansi terkait, imbuhnya.

IMG20220213102748
“Dalam kesempatan acara ini, saya ingin menegaskan, di antara nahdliyin dan nasionalis ini, terletak tanggung jawab yang luar biasa.
Nahdliyin dan nasionalisme adalah background negeri ini, negeri yang harus tetap tertata kenegaraannya, serta harus didirikan dengan ciri kodrat majemuk, beragam dan bineka, baik dalam agama, suku, maupun ras dan golongan.

BACA JUGA :  Tim Supervisi Asops Mabes Polri Cek Kesiapan Polres Lebak dalam Pelaksanaan Ops Ketupat

H.Sukma, juga menyebutkan, motif nasionalisme terlahir karena NU memiliki niat untuk menyatukan ulama dan tokoh bangsa.
Hal ini tidak bisa dilepaskan dari wacana keagamaan tokoh-tokoh NU dalam menempatkan Islam dan nasionalisme dalam posisi simbiosis mutualisme saling menguntungkan, saling membutuhkan, saling menguatkan, saling mengisi.
Tutupnya diakhir penyampaian”.

*Puskominfo Indonesia*
Cyber-Red

M.s

Happy
Happy
%
Sad
Sad
%
Excited
Excited
%
Sleepy
Sleepy
%
Angry
Angry
%
Surprise
Surprise
%

Average Rating

5 Star
0%
4 Star
0%
3 Star
0%
2 Star
0%
1 Star
0%