Screenshot 20230823 211118 Chrome

Istana Klarifikasi Kekeliruan Jokowi saat Ikuti Upacara Militer di Kenya

0 0
Silahkan Share
Read Time:1 Minute, 49 Second

Cyberinvestigasi.com, Jakarta – Deputi Bidang Protokol, Pers, dan Media Sekretariat Presiden Bey Machmudin, memberikan klarifikasi ihwal viralnya video Presiden Joko Widodo atau Jokowi yang salah saat mengikuti upacara militer di Republik Kenya. Kesalahan terjadi saat Jokowi sedang melakukan pemeriksaan pasukan dalam rangkaian penyambutan kenegaraan di Republik Kenya, pada Senin kemarin, 21 Agustus 2023.

Dalam video yang viral, Jokowi nampak seperti melakukan inspeksi kesiapan pasukan sambil ditemani dua ajudan dan satu komandan pasukan.
Usai melakukan inspeksi, Jokowi nampak langsung melangkah pergi tanpa memberikan penghormatan lebih dahulu kepada komandan pasukan.

Saat itulah Langkah Jokowi kemudian dihentikan dan dipanggil kembali oleh dua ajudan untuk memintanya kembali serta memberikan penghormatan sebelum pergi. Mengenai kekeliruan ini, Bey menyebut hal tersebut terjadi lantaran tata upacara yang berbeda antara Indonesia.

“Dalam Tata Upacara Militer (TUM) dan aturan Keprotokolan Negara yang berlaku di Indonesia, penghormatan hanya dilakukan satu kali kepada bendera, yakni saat Presiden dan tamu negara sedang berada di posisi tengah barisan pasukan,” kata Bey dalam keterangannya, Rabu, 23 Agustus 2023.

Bey juga telah mengatakan bahwa adanya perbedaan TUM dan aturan Keprotokolan Negara membuat kekeliruan itu terjadi.
Selain itu, Bey mengaku sebelumnya juga tidak mendapat informasi dan pemberitahuan soal TUM dan aturan Keprotokolan Negara di Kenya.

Diketahui bersama, Jokowi, Ia menjelaskan mengenai adanya pertemuan bilateral antara Indonesia dan Kenya, yakni membahas sejumlah kerja sama antarkedua negara dalam berbagai sektor. Jokowi menyebutkan salah satunya mendorong pembentukan Preferential Trade Agreement (PTA) di Kenya.

BACA JUGA :  Ini Harapan Jaksa Agung Untuk Insan Adhyaksa dalam Tugas Pengabdian Kepada Nusa dan Bangsa

“Indonesia dapat menjadi pintu masuk Kenya ke ASEAN, dan Kenya dapat jadi pintu masuk Indonesia ke Sub-Sahara Afrika. Untuk itu saya mendorong pembentukan Preferential Trade Agreement sesegera mungkin,” kata Jokowi.

Kepala Negara menyebut perdagangan antarkedua negara terus meningkat setiap tahunnya. Jokowi menyebut bahwa nilai perdagangan antarkedua negara pada tahun 2022 mencapai kisaran USD 507 juta dan perlu diperluas.

“Peningkatan perdagangan yang capai USD 507 juta di tahun 2022 dan perlu diperluas dengan penjajakan berbagai peluang lainnya,” kata Jokowi.

Hal tersebut juga mendapatkan respons baik dari Presiden Republik Kenya William Ruto.
Dalam keterangan pers yang sama, Presiden Kenya juga turut menyampaikan bahwa kedua negara akan segera membentuk PTA.

“Kami akan mengerjakan Preferential Trade Agreement antara kedua negara,” kata Presiden William Ruto, dalam hasil kutipan bahasa Indonesia.

*Puskominfo Indonesia*

Mpap.s
Cyber_Red

Happy
Happy
0 %
Sad
Sad
0 %
Excited
Excited
0 %
Sleepy
Sleepy
0 %
Angry
Angry
0 %
Surprise
Surprise
0 %

Average Rating

5 Star
0%
4 Star
0%
3 Star
0%
2 Star
0%
1 Star
0%