Keceriaan Bagi Para Nelayan Wilayah Lebak Selatan Saat Meningkatnya Pendapatan Panen Udang Lobster

Redaksi
0 0
Read Time:2 Minute, 17 Second

Cyberinvestigasi.com, 30 November 2020, Lebak Banten – Nelayan Lebak Selatan Provinsi Banten sudah sepekan terakhir ini panen udang lobster sehingga meraup keuntungan yang luar biasa, dan kembali dapat mendongkrak pendapatan ekonomi masyarakat nelayan pesisir.

“Kita menangkap udang lobster selama tiga hari terakhir ini bisa bawa uang ke rumah Rp3 juta, padahal biasanya hanya Rp300 ribu,” ungkap salah satu nelayan yang berinisial (Sdi), 35 tahun di Pangkalan Pendaratan Ikan (PPI) Binuangeun Kabupaten Lebak, mengatakan pada awak media saat dijumpai di pesisir pantai usai melabuhkan perahunya, pada hari Sabtu, (28/11/2020).

IMG 20201130 074829 1

Menurutnya, meningkatnya pendapatan ekonomi nelayan itu karena memasuki musim panen udang lobster di pesisir Perairan Lebak Selatan.
Mereka para nelayan umumnya beraktifitas di kegelapan malam dengan menyelam ke dasar laut di sekitar Pulau Tinjil, untuk menangkap udang lobster.

Dimana populasi udang lobster itu sangat mudah ditangkap setelah dilakukan pemasangan jebakan dengan perangkat jodang yang terbuat dari besi.

Dalam perangkap jodang itu diberi umpan agar udang lobster masuk ke dalam perangkap tersebut.

“Kami sejak tiga hari ini telah dapat menangkap udang lobster sebanyak enam kilogram dengan penghasilan Rp3 juta,” katanya menjelaskan.

Menurut dia, dari enam kilogram lobster itu dibeli oleh pengepul Rp1 juta/Kg untuk lobster mutiara dan lima kilogram lobster pasir Rp2 juta.
Saat ini, kata dia, harga lobster pasir di tingkat pengepul Rp400 ribu/Kg.

Panen udang lobster itu bisa ditandai jika musim penghujan dan umumnya populasi lobster melimpah.

“Kami bersemangat dengan musim panen lobster kali ini, dikarenakan kami bisa menghasilkan pendapatan hingga Rp20-30 juta/bulan,” katanya.

Begitu juga (Amd),50, seorang nelayan PPI Binuangeun Kabupaten Lebak mengatakan dirinya kini fokus mencari udang lobster di sekitar Pulau Tinjil sampai Pulau Penaitan, karena populasi di daerah itu melimpah jika musim hujan.

Saat ini, dirinya bisa membawa uang ke rumah Rp5 juta/tiga hari dari hasil mencari udang lobster itu.

“Kami bisa menangkap lobster berkisar antara lima sampai delapan kilogram, padahal biasanya sebanyak tiga kilogram,” katanya.

Dikesempatan lain, mengingat nilai jual pasar bagus, sehingga permintaan udang lobster di tengah pandemi COVID-19 cukup tinggi, karena kualitas lobster dari Lebak masuk kategori terbaik dan diekspor melalui perusahaan dari Tangerang.

“Saat ini, lobster mutiara cukup mahal hingga Rp1 juta/Kg dan udang lobster pasir Rp400 ribu/Kg dan lobster batu Rp300 ribu/Kg.
Kami hari ini menampung lobster dari nelayan dengan transaksi pembelian hingga Rp60 juta sebanyak 100 kilogram lobster itu.

“Jika tidak musim panen paling bantar sebanyak 15 kilogram,” katanya.

Sementara itu, Kepala Pangkalan Pendaratan Ikan (PPI) Binuangeun, Ahmad Hadi, mengatakan selama ini kualitas udang lobster dari Lebak Selatan terbaik di dunia, karena kondisi air laut sangat bagus dan tidak ada pencemaran lingkungan juga berhadapan dengan Samudera Hindia.

“Kami menerima laporan bahwa lobster dari Lebak Selatan juga dipasok ke Jakarta dan Tangerang hingga ekspor,”
Katanya menjelaskan.

Cyber/Red
Mpap s

Happy
Happy
0 %
Sad
Sad
0 %
Excited
Excited
0 %
Sleepy
Sleepy
0 %
Angry
Angry
0 %
Surprise
Surprise
0 %
Next Post

Pembagian BLT-APBN Tahap 9 Desa Sudamanik Digelar dan Acara Telah Berjalan Dengan Kondusif

Cyberinvestigasi.com, 1 Desember 2020, Lebak Banten – Pemerintah Desa Sudamanik Kecamatan Cimarga Lebak-banten, gelar pelaksanaan pembagian Bantuan Langsung Tunai Dana Desa (BLT-APBN). Penyaluran BLT-APBN ini digelar aula balai kantor Desa Sudamanik Kecamatan Cimarga Kabupaten Lebak, Selasa, (1/02/2020). Dalam Sambutanya, Supri, selaku Kepala Desa mengatakan, bahwa ada 949 KK warga masyarakat […]
IMG 20201201 WA0014

Subscribe US Now