Komisi 1 Akan Kroscek Terkait Aduan Calkades Gunakan Persyaratan SKPI

Redaksi
IMG 20210626 WA0053 1
0 0
Read Time:3 Minute, 59 Second

Cyberinvestigasi.com,26 Juni 2021, Pandeglang – Ketua Komisi satu-1, Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Pandeglang, Endang Somantri saat dihubungi melalui media sosial via telphon selularnya mengatakan terkait dengan adanya dugaan Calkades yang menggunakan SKPI dan patut diduga proses penerbitannya penuh rekayasa, tentunya harus di kros cek terlebih dulu kepada pihak terkait yang berkompeten dalam menanggapi aduan tersebut.

Dirinya mengatakan kepada awak media jika memang calon kades tersebut memiliki nomor induk maka kami akan kroscek kepada pihak terkait, dan jika terbukti itu hasil rekayasa maka calon tersebut akan di diskualifikasi.

“Kami akan kroscek kepada pihak terkait, dan jika dugaan proses penerbitan SKPI itu hasil rekayasa dan terbukti, tentu Calon Kades yang bersangkutan akan di diskualifikasi,” ungkap Ketua Komisi 1 tersebut.

Dari pengaduan masyarakat kepada tim investigasi yang tergabung dalam Perkumpulan Jurnalis Nasional Indonesia (JNI) Banten terkait adanya dugaan rekayasa proses penerbitan Surat Keterangan Pengganti Ijazah (SKPI) sebagai persyaratan pencalonan Kepala Desa yang langsung investigasi ke lapangan dengan melakukan konfirmasi pada pihak tertentu yang dianggap berkepentingan dengan proses terbitnya SKPI tersebut.

Hasil penelusuran tim awak media penerbitan SKPI disinyalir terdapat kejanggalan keterangan yang bersangkutan, SJ saat memberikan keterangan kepada polisi, dan itu tertuang dalam Berita Acara Pemeriksaan (BAP) Surat Kehilangan Ijazah.

Untuk itu patut diduga SKPI yang diterbitkan pihak Sekolah Menengah Pertama Negeri (SMPN) Saketi 1, asli tapi palsu alias Aspal, dan kental dengan rekayasa semata untuk memuluskan niat pencalonan dalam perhelatan Pilkades yang akan digelar pada 18 Juli 2021 mendatang.

Temuan lapangan tim awak media Perkumpulan Jurnalis Nasional Indonesia (JNI) Propinsi Banten, didapati ada beberapa kejanggalan proses terbitnya SKPI, diantaranya, tidak sinkronnya keterangan kehilangan dalam BAP Polisi, seperti keterangan yang dibuat SJ pada tahun 2007 kali pertama mencalonkan diri sebagai kades, dalam keterangan polisi menyatakan, kalau dia lulus SMPN Saketi 1 tahun ajaran, 1984/1985.

Sementara keterangan berbeda pada laporan polisi tahun 2021, menyatakan lulus dan tamat tahun Ajaran 1983/1984. Tidak konsistennya SJ dalam memberikan keterangan tersebut, sehingga menimbulkan asumsi di kalangan masyarakat kalau SJ berbohong.

Ironisnya lagi, SKPI yang diterbitkan pihak sekolah menerangkan yang bersangkutan lulus tahun 1986, dan itu sesuai dengan keterangan dua orang saksi berinisial ED dan ML yang mengaku teman satu angkatan kelulusan tahun 1986.

Kesaksian ED dan ML pun patut dicurigai dan diduga sebagai keterangan palsu, yang mesti diuji kebenarannya dengan data sebagai alat bukti yang kuat. Mengingat tim investigasi awak media mendapat keterangan yang berbeda dari sumber berita yang mengaku alumni SMPN Saketi kelulusan tahun 1986.

“Sepengetahuan saya SJ memang sekolah di SMPN Saketi 1, tapi dia tidak tamat atau tidak sampai lulus, hanya sampai di kelas 2 saja,” ujar seorang sumber yang lulus angkatan tahun 1986, namun enggan disebut namanya kepada awak media JNI, Sabtu (26/06/2021).

Tim awak media tidak hanya kepada satu orang sumber, tetapi ada beberapa orang sumber lain yang sama kelulusan SMPN Saketi 1 Tahun 1986, memberikan keterangan kalau SJ, tidak tamat SMP.

Hanya disesalkan mereka pun enggan menyebut jati dirinya dan meminta untuk dirahasiakan namanya kepada awak media.

Tim pun mencoba menemui Kepala SMPN Saketi 1, Mamad, di Ruang Kerjanya mengatakan, pihaknya menerbitkan SKPI kepada SJ, berdasarkan dari adanya keterangan kehilangan dari pihak kepolisian dan keterangan dua orang saksi ED dan ML yang mengaku teman dekat SJ satu angkatan kelulusan tahun 1986.

“Kalau kami menerbitkan SKPI kepada SJ lantaran dasarnya dari surat keterangan kehilangan dari kepolisian dan ada juga keterangan dua orang saksi sebagai teman dekatnya satu angkatan yang sama- sama lulus di tahun 1986, dan terbitnya SKPI juga sudah mendapat rekomendasi dari Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Pandeglang,” terang Mamad.

Sementara pasalnya karena SKPI yang akan digunakan sebagai kelengkapan persyaratan mencalonkan Kepala Desa disinyalir fiktif, sehingga tim awak media berupaya menemui Panitia Pilkades Desa Sodong Kecamatan Saketi, di sekretariat kepanitiaan.

IMG 20210626 215005Dikesempatan itu, Ketua Panitia Aap Ansori, yang mana juga telah didampingi oleh Ketua Penanggung Jawab Pilkades beserta anggota panitia kepada awak media JNI.
Sabtu 26 Juni 2021, juga telah membenarkan dan menjelaskan, kalau inisial SJ adalah salah satu calkades yang telah mendaftarkan diri menjadi salah satu peserta Pilkades mendatang.

“Ya benar dia, (SJ) telah terdaftar sebagai calon Kepala Desa Sodong, dan dibenarkan yang bersangkutan menggunakan SKPI sebagai salah satu persyaratannya,” terang Aap.

Selanjutnya juga dikatakan Aap, menyoal terkait diterima atau tidaknya Calkades SJ lantaran SKPI, sejauh ini panitia nyatakan SKPI tersebut sah secara hukum karena diterbitkan oleh pihak yang berwenang.

“Kami masih tetap menerima persyaratan calon kades SJ, karena kami panitia desa anggap SKPI itu sah secara hukum lantaran diterbitkan oleh pihak sekolah yakni SMPN 1 Saketi yang jelas berwenang dalam hal itu”,
Adapun tahapan besok sudah mulai dilakukan test bagi para calon Kepala Desa di kantor Kecamatan,” jelas Aap

Namun lanjut Aap, jika pun nanti ditemukan kekeliruan atau pun terjadi kejanggalan dalam persyaratan tersebut, tentunya pihaknya melimpahkan kepada panitia kecamatan untuk memverifikasi ulang persyaratan calon tersebut.
Tutupnya”.

Cyber-Red
(Saeful Falah)

Happy
Happy
0 %
Sad
Sad
0 %
Excited
Excited
0 %
Sleepy
Sleepy
0 %
Angry
Angry
0 %
Surprise
Surprise
0 %
Next Post

Mengisi HUT Bhayangkara Ke 75, Kapolres Pandeglang Tinjau Pelaksanaan Vaksinasi Massal

Cyberinvestigasi.com, 26 Juni 2021, Pandeglang – Kapolres Pandeglang AKBP Hamam Wahyudi melakukan peninjauan kegiatan Serbuan Vaksinasi Nasional TNI-POLRI dalam rangka HUT Bhayangkara Ke-75, yang dilaksanakan di Cas Water Park Cikole, Sabtu (26/6/2021). Dalam kesempatan tersebut Kapolres Pandeglang AKBP Hamam mengatakan, program vaksinasi ini bertujuan untuk meningkatkan herd imunity guna mendukung […]
IMG 20210626 WA0060

Subscribe US Now