IMG 20220713 WA0023

Partai Parsindo: Jika Benar 9 Parpol Dibeli Taipan 9 Naga Rp.35 Triliun Tandanya Indonesia Darurat Politik

0 0
Silahkan Share
Read Time:2 Minute, 54 Second

Cyberinvestigasi.com, Bogor – Partai Parsindo (Partai Swara Rakyat Indonesia) menilai Indonesia sudah masuk dalam kategori darurat politik, jika itu benar bahwa 9 (sembilan) Partai Politik telah dikuasai 9 (sembilan) Naga dengan Mahar Politik mencapai Rp.35 Triliun.

“Jika sinyalemen itu benar, maka ini merupakan masalah besar bagi bangsa Indonesia.
Darurat Politik yang dimana demokrasi telah digadaikan sehingga Partai Politik hanya sekedar pengumpul demokrasi, namun dikuasai kapitalis politik,” tegas Ketua Umum Partai Parsindo, Kanjen Raden Haryo (KRH) Pradoto Hamiseno, HM. Jusuf Rizal, kepada media di Bogor, Jawa Barat saat menanggapi pemberitaan bahwa 9 Parpol sudah dibeli 9 Naga Rp.35 triliun.

Menurut pria berdarah Madura-Batak yang juga Presiden LSM LIRA (Lumbung Informasi Rakyat) itu, sinyalemen yang disampaikan Koordinator Kajian Politik Merah Putih, Sutoyo Abadi kepada media, bahwa 9 Partai telah dibeli senilai Rp.35 Triliun. Kemudian Suara dewan telah diikat dengan uang senilai Rp.10 miliar per person (per anggota DPR) harus dibuka agar tidak menjadi fitnah.

IMG 20220713 WA0018

Jusuf Rizal, Ketua Relawan Jokowi-Amin The President Center pada Pilpres 2019, mengingatkan jika pernyataan Sutoyo Abadi tidak dibuktikan dengan klarifikasi yang terang benderang, maka akan berimbas pada kepercayaan masyarakat terhadap Partai Politik.

“Turunnya kepercayaan itu bisa menurunkan tingkat partisipasi masyarakat menyalurkan aspirasi politiknya secara demokrasi pada Pemilu 2024, dan ini dapat merugikan seluruh partai politik peserta Pemilu 2024,” jelas Jusuf Rizal.

Karena itu, Jusuf Rizal yang juga menjabat Ketum PWMOI (Perkumpulan Wartawan Media dan Online Indonesia) dan Sekjen MOI (Media Online Indonesia) mendesak pihak yang menyebar sinyalemen itu agar menyebutkan secara spesifik partai politik mana yang telah melacurkan diri demi pundi-pundi uang dan menjual bangsa.

BACA JUGA :  Optimis Lolos Verifikasi, Ketum Parsindo: Loyalis Soeharto Sebagai Basis Lumbung Suara

“Jika hasil kajian itu benar, maka jelas ini membahayakan bangsa.
Maka seyogyanya seluruh anak bangsa yang berjiwa nasionalis harus bersatu, sebab Indonesia bukan untuk kita jual agar tidak terjadi seperti negara Sri Lanka,” tegas Jusuf Rizal

Sebagaimana dilansir Radar Tangsel Ratas : Gawat dan mengerikan, taipan “sembilan naga” diduga kuat sudah “membeli” partai politik (parpol) dan tiket calon presiden (capres) dengan total Rp35 triliun. Hal itu diungkapkan Koordinator Kajian Politik Merah Putih, Sutoyo Abadi.

Kata Sutoyo, taipan sembilan naga itu kuat dugaan sudah membeli parpol untuk memasukkan undang-undang dan calon presiden yang sesuai dengan kepentingan mereka.

“Ada dugaan ‘taipan 9 naga’ membeli 9 partai politik masing masing Rp 1 triliun, total Rp 9 triliun, plus (diduga untuk) membeli suara masing masing anggota DPR 575 untuk menggolkan UU,” ujar Sutoyo, kepada wartawan, Senin (11/7/2022).

Ia merinci, diduga masing-masing anggota DPR RI minimal Rp 10 miliar (dibeli suaranya oleh taipan ). “Cuma Rp 5,75 triliun. Dibulatkan Rp6 triliun,” paparnya.

Lebih lanjut, Sutoyo menyatakan, secara hitungan matematis, total biaya “taipan 9 naga” akan menguasai DPR RI dengan membeli parpol dan anggota DPR hanya Rp 15 triliun.

“Ditambah dana pencapresan sebesar Rp20 triliun. Indonesia sudah dikuasai para taipan cuma bermodalkan Rp 35 triliun jika itu patungan para taipan lebih ringan lagi beban para taipan. Jika KPU, MK juga dikuasai para taipan, total nggak sampai Rp 40 triliun Indonesia habis dikuasai para taipan Indonesia,” urainya.

Nah, para bandar atau “bandit politik”, ungkap Sutoyo, uang Rp1 triliun sangat kecil. “Satu naga seperti BT (diduga dari hasil rampokannya) lebih dari mampu untuk membeli 9 partai sekaligus @ Rp1 triliun = Rp 9 triliun,” sebutnya.

BACA JUGA :  Partai PARSINDO Memulai Safari Komunikasi Politik Ke KPU Pusat Menuju Pemilu 2024

Patungan para taipan dapat “membeli” Indonesia hanya dengan harga maksimal Rp 40 triliun, ia menandaskan. “Masih kalah dengan dana yang dirampok oleh BT (satu orang Cina) sebesar Rp 74,58 triliun. Itu fakta berbasis data, bukan opini yang dibangun berbau hoaks,” cetusnya.

*Puskominfo Indonesia*
Cyber_Red

M.s

Happy
Happy
0 %
Sad
Sad
0 %
Excited
Excited
0 %
Sleepy
Sleepy
0 %
Angry
Angry
0 %
Surprise
Surprise
0 %

Average Rating

5 Star
0%
4 Star
0%
3 Star
0%
2 Star
0%
1 Star
0%