Penyebab KMP Yunicee Tenggelam di Perairan Bali Ini Keterangan KSOP

Redaksi
IMG 20210630 112700
0 0
Read Time:1 Minute, 52 Second

Cyberinvestigasi.com, 30 Juni 2021, BANYUWANGI – Kapal Motor Penumpang Yunicee yang mengangkut 41 penumpang dan 12 anak buah kapal tenggelam di perairan Bali.
Musibah itu diduga karena kondisi laut yang menyeret dan menenggelamkan kapal tersebut.
30 Juni 2021, 06:52, berdasarkan informasi yang dilansir dari Newswire.

Kepala Kantor Kesyahbandaran dan Otoritas Pelabuhan (KSOP) Kelas III Tanjung Wangi, Banyuwangi, Letkol Marinir Benyamin Ginting mengemukakan KMP Yunicee diduga terseret arus laut dan gelombang tinggi empat meter sebelum tenggelam.

“Tadi kami sempat melakukan pencarian korban di laut, gelombang tinggi mencapai tiga hingga empat meter, kemungkinan ini (gelombang) yang menyeret kapal dan tenggelam,” ujar Letkol Marinir Benyamin Ginting kepada wartawan di Pelabuhan Ketapang Banyuwangi, Jawa Timur, pada Selasa kemarin (29/62021) tengah malam.

Dia menceritakan saat melakukan pencarian bersama dengan tim SAR gabungan lainnya, pihaknya berhasil mengevakuasi ABK, yakni kepala kamar mesin KMP Yunicee, yang terombang ambing di tengah laut Selat Bali.

Dari kepala kamar mesin tersebut, lanjut dia, diperoleh keterangan bahwa seluruh penumpang kapal dipastikan menggunakan baju pelampung.

Sehingga, kata Ginting, besar kemungkinan 14 orang penumpang yang belum ditemukan bisa selamat.

“Dalam pencarian kami menemukan kepala kamar mesin dan menyampaikan semua penumpang menggunakan life jacket.

“Besar kemungkinan masih bisa ditemukan selamat, meskipun ada enam penumpang yang ditemukan meninggal,” katanya.

IMG 20210630 112901

Kepala kamar mesin KMP Yunicee yang ditemukan selamat itu juga menyampaikan bahwa sebelum kapal tenggelam terseret arus laut dan ombak tinggi ke arah selatan Pelabuhan Gilimanuk.

“Kepala kamar mesin menjelaskan kepada kami, kapal tersebut yang parkir dan menunggu antrean terseret arus Karena ombaknya besar, kemampuan mesin tidak bisa mengimbangi tingginya gelombang dan terseret.

Selanjutnya skitar lima menit kapal miring dan tenggelam ke sisi kiri,” ujarnya.

Sementara itu, Kepala Satuan Pelayanan pada Badan Pengelola Transportasi Darat (BPTD) XI Jawa Timur Rocky Surentu, mengatakan bahwa KMP Yunicee masih laik dan dari manifest tidak ada dugaan kelebihan muatan.

“Di Ketapang kondisi ombak tidak tinggi, dan di tengah (Selat Bali) gelombang tinggi.
Mengenai muatan kapal juga sesuai,” ujarnya.

Kapal Motor Penumpang (KMP) Yunicee mengangkut 41 penumpang dan 12 anak buah kapal (ABK) dari Pelabuhan Ketapang Banyuwangi, menuju Pelabuhan Gilimanuk, Jembrana, Bali.

Dari 53 penumpang termasuk ABK, hingga Selasa (29/6) malam, ada enam korban ditemukan meninggal, 33 penumpang ditemukan selamat, dan 14 orang lainnya masih dalam pencarian.

Cyber-Red
(M.s.)

Happy
Happy
0 %
Sad
Sad
0 %
Excited
Excited
0 %
Sleepy
Sleepy
0 %
Angry
Angry
0 %
Surprise
Surprise
0 %
Next Post

Laksanakan Kembali Latihan Brimob Kalteng Tingkatkan Kemampuan Tempur di Hutan

Cyberinvestigasi.com, 30 Juni 2021, Kalteng – Tingkatkan kemampuan pertempuran di hutan yang wajib dimiliki setiap anggota Korps Brimob Polri, personel Kompi 1 Batalyon B Pelopor Satbrimob Polda Kalteng laksanakan latihan. Latihan pertempuran hutan dengan menggunakan senjata api jenis AK 101 tersebut digelar di Lapangan Tembak Mako Batalyon B Pelopor Kotawaringin […]
IMG 20210630 195835

Subscribe US Now