RKPDes Kuat: Tahun 2022 Manfaat Dana Desa Meningkat

Redaksi
IMG 20211023 WA0005
0 0
Read Time:2 Minute, 12 Second

Cyberinvestigasi.com, Badung – Kekuatan Desa terletak pada kemampuan Desa dalam menyusun rencana kerja pembangunan Desa, yaitu RKPDes, dengan berdasarkan data Desa berbasis SDGs Desa yang telah dikumpulkan sendiri oleh Desa.
Ini akan meningkatkan manfaat dana Desa bagi warga Desa.

Begitu disampaikan Menteri Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal, dan Transmigrasi, Abdul Halim Iskandar, di sela-sela kunjungannya di Bali (23/10/2021).

“Kalau Desa menyusun Rencana Kerja Pemerintah Desa dan APBDes 2022 berbasis rekomendasi IDM dan SDGs Desa, saya jamin, tahun 2022 desa akan memetik buahnya, dana desa semakin besar bermanfaat bagi warga,” tegas Menteri yang biasa disapa Gus Halim ini.

Gus Halim menyampaikan, bahwa sejak Maret 2021 seluruh desa di Indonesia mulai melaksanakan pemutakhiran data Indeks Desa Membangun (IDM) berbasis SDGs Desa.
Seluruh data mikro desa dikumpulkan oleh desa, digunakan untuk warga desa.

“Prinsipnya, data desa itu adalah data dari warga desa, dikumpulkan oleh warga desa, dan digunakan untuk kebutuhan warga desa”. Jelasnya.

Lebih lanjut Gus Halim menjelaskan, data merupakan data mikro yang lengkap berisi data individu, data keluarga, lingkungan rukun tetangga (RT), serta wilayah desa. Data desa juga dikonsolidasikan dengan pengecekan dan mencocokan data dengan kondisi lapangan, sehingga data desa bersifat akurat, dan konsolidasi data tersebut dilakukan secara periodik dan terus menerus. “Data Desa berbasis SDGs Desa ini, lengkap, Akurat dan Berkelanjutan,” tegas Gus Halim.

Rekomendasi IDM yang tersusun secara elektronik tersebut berupa kegiatan-kegiatan yang harus dilakukan desa menuju desa mandiri. Dalam musyawarah desa untuk penyusunan RKPDes dan APBDes, warga dan pemerintah desa tinggal menentukan lokasi dan jumlah kegiatan yang direncanakan dilaksanakan tahun depan. Ini bisa disesuaikan dengan anggaran yang diterima desa. “Laksanakan rekomendasi IDM. Kalau sudah terlaksana semuanya, pasti desa itu naik tingkat menjadi desa mandiri”, jelas Halim Iskandar.

IMG 20211023 WA0004 1
Mekanisme musyawarah desa untuk penyusunan RKPDes sendiri telah diperbarui menurut Permendesa PDTT Nomor 21 Tahun 2020. Tahapannya dimulai dari pengumpulan data pada semester pertama, yaitu data IDM berbasis SDGs Desa. Kemudian, olahan data berupa rekomendasi kegiatan untuk masing-masing RT dan desa didialogkan dalam musyawarah desa.
Setiap kegiatan yang diputuskan dalam RKPDes harus mendukung pencapaian salah satu atau lebih tujuan SDGs Desa”, tegas Halim Iskandar.

Lampiran Permendesa PDTT Nomor 21 Tahun 2020 berisikan tabel kontribusi tiap kegiatan pembangunan terhadap 18 Tujuan SDGs Desa. Setelah RKPDes ditetapkan, langkah berikutnya ialah menyusun APBDes. Selama ini masalah yang timbul ialah kelambatan penetapan APBDes oleh pemerintah daerah. Padahal peraturan desa tentang APBDes menjadi syarat pencairan dana desa tahap pertama. “Karena itu, mulai 2022 rapat koordinasi pembangunan desa tidak lagi dilaksanakan di tingkat provinsi, melainkan dipindahkan ke tingkat kabupaten/kota. Salah satu manfaat yang hendak diraih ialah mempercepat penetapan APBDes pada masing-masing kabupaten” pungkas Halim Iskandar.

*Puskominfo Indonesia*
Cyber-Red

(Mpap.s)

Happy
Happy
0 %
Sad
Sad
0 %
Excited
Excited
0 %
Sleepy
Sleepy
0 %
Angry
Angry
0 %
Surprise
Surprise
0 %
Next Post

Apel Pergeseran Pasukan, Bupati Lebak Ajak Calon Kades Turut Jaga Kondusivitas Wilayah

Cyberinvestigasi.com, Lebak – Dalam rangka pengecekan kesiapan akhir pengamanan Pilkades Serentak Kabupaten Lebak yang akan diselenggarakan pada 24 Oktober mendatang, Kapolres Lebak Gelar Apel Pergeseran Pasukan. Kegiatan tersebut juga dihadiri oleh Bupati Lebak Iti Octavia Jayabaya beberapa Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Kabupaten Lebak. Bertempat di Alun-alun Rangkasbitung, Sabtu (23/10/2021). […]
IMG 20211023 WA0011

Subscribe US Now