Satgas Mafia Tanah Polda Banten Tangkap Tersangka Pembuat 690 AJB Palsu

Redaksi
IMG 20210429 WA0042
0 0
Read Time:3 Minute, 43 Second

cyberinvestigasi.com, 29 April 2021, Serang Banten – Sesuai instruksi Kapolri Jenderal Pol Listyo Sigit Prabowo, terkait mengusut tuntas kasus tindak pidana mafia tanah di Indonesia.
Dikesempatan yang sama juga Polda Banten kembali melakukan pengungkapan kasus mafia tanah yang mana kali ini Satgas Mafia Tanah Polda Banten juga mengungkap sebanyak 690 akta jual beli dan akta hibah palsu yang berada di Kecamatan Pabuaran, Kabupaten Serang.

Dimana sebelumnya, Satgas Mafia Tanah Polda Banten juga telah mengungkap kasus mafia tanah berupa pemalsuan Akta Jual Beli (AJB) pada bulan Februari 2021 dan sindikat pemalsuan girik palsu pada bulan Maret 2021 lalu.

Direskrimum Polda Banten Kombes Pol Martri Sonny, telah mengatakan bahwa pengungkapan kasus tindak pidana pemalsuan Akta Jual Beli (AJB) di Kecamatan Pabuaran, Kabupaten Serang tersebut atas laporan dari masyarakat.

”Pengungkapan kasus ini sesuai Laporan Polisi Nomor : LP/94/III/RES.1.9./2021/SPKT I/Banten pada tanggal 03 Maret 2021.
Dimana kronologisnya berawal dari diketahui bahwa tandatangan atas nama Babay, S.Pd., M.Si telah dipalsukan dalam Akta jual beli dengan Nomor: 231/2019, tanggal 11 Februari 2019 oleh JS yang merupakan PNS dengan jabatan sebagai staff seksi Ekbang di Kecamatan Pabuaran.
Namun JS merupakan tersangka di perkara lain.

Dari peristiwa tersebut kemudian Camat Pabuaran Asnawi, S.Pd., M.Si mencari dan merekap data akta jual beli dan akta hibah yang pernah diproses pada masa jabatan Babay, S.Pd., M.Si semasa menjabat sebagai Camat Pabuaran pada kurun waktu 2016-2019,” ujar Martri Sonny, di Aula Serbaguna Bidhumas Polda Banten.
Kamis, (29/04/2021).

Selanjutnya dari hasil perekapan dari kurun waktu bulan Januari 2018 sampai dengan Bulan Desember 2019, terdapat beberapa blangko minuta Akta (Akta Jual Beli dan Akta Hibah) yang masih kosong, tandatangannya atas nama Babay, S.Pd., M.Si, yang di palsukan oleh tersangka Dedi Setia Budi yang merupakan pekerja honorer di Kecamatan Pabuaran, ungkapnya.

Martri Sonny, juga menambahkan bahwa banyak masyarakat yang menjadi korban karena proses permohonan Akta (Akta Jual Beli dan Akta Hibah) yang diajukan melalui pihak Desa, yang mana di proses oleh tersangka Dedi Setia Budi yang tidak sesuai dengan mekanisme yang ada”, dan bahkan tandatangan PPATS (Pejabat pembuat akta tanah sementara) atas nama Babay, S.Pd., M.Si., telah dipalsukan.
Serta saudara Babay, S.Pd., M.Si merasa dirugikan dimana jabatan dan wewenangnya telah dimanfaatkan oleh tersangka Dedi Setia Budi, untuk melancarkan niat jahatnya.

Berdasarkan kronologis kejadian tersebut, anggota Subdit II Harda Bangtah Ditreskrimum Polda Banten langsung melakukan penggeledahan kerumah tersangka Dedi Setia Budi.
Anggota langsung melakukan penggeledahan di rumahnya dan memperoleh bukti-bukti dari tersangka, dan bahwa tersangka telah melakukan perbuatan pemalsuan tandatangan dalam Akta Jual Beli dan Akta Hibah dari tahun 2018 hingga 2019 ketika menjadi PPATS (Pejabat pembuat akta tanah sementara) di Kecamatan Pabuaran, ungkapnya

Ditempat yang sama, Kasubdit II Harda Bangtah Ditreskrimum Polda Banten AKBP Dedy Darmawansyah, dirinya juga menjelaskan bahwa barang bukti berupa Akta Jual Beli dan Akta Hibah yang dipalsukan tersangka sebanyak 690 akta.

“Adapun total barang bukti Akta Jual Beli dan Akta Hibah yang dipalsukan tandatangannya sebanyak 690 Akta. Dimana sebanyak 669 akta ditemukan di Kecamatan Pabuaran dan 21 akta ditemukan di rumah tersangka”,
Adapun total barang bukti Akta Jual Beli dan Akta Hibah yang dipalsukan tandatangannya sebanyak 690 Akta. Dimana sebanyak 669 akta ditemukan di Kecamatan Pabuaran dan 21 akta ditemukan di rumah tersangka, Dan dari hasil membuat akta tersebut, tersangka memperoleh jasa pertiap akta paling sedikit sebesar Rp. 1.000.000 dan paling besar Rp. 4.000.000 dan rata-rata sebesar Rp. 2.000.000, jika ditotalkan yang telah diterima tersangka sebesar Rp. 1.300.000.000,. Adapun ancaman pidana terkait kasus tindak pidana pemalsuan Akta Jual Beli (AJB) tersebut telah melanggar Pasal 263 KUHPidana, pidana penjara lama 6 tahun penjara dan Pasal 264 KUHPidana, pidana penjara paling lama 8 tahun penjara. Ungkap nya

Kabid Humas Polda Banten Kombes Pol Edy Sumardi mengapresiasi terkait pengungkapan kasus pemalsuan Akta Jual Beli (AJB) yang dilakukan Subdit II Harda Bangtah Ditreskrimum Polda Banten, ini merupakan sebuah keberhasilan yang luar biasa yang dilakukan Ditreskrimum Polda Banten melalui Subdit II Harda Bangtah”,

“Untuk itu kami juga menghimbau kepada seluruh masyarakat apabila merasa memiliki dan telah merasa dirugikan, boleh melakukan konfirmasi ke Satgas Mafia Tanah yang ada di Ditreskrimum Polda Banten.
Adapun nomor telepon Satgas Mafia Tanah yang bisa dihubungi ialah 081390545679.
Jadi bagi masyarakat merasa dirugikan terkait dengan jual beli dan sebagainya terkait dengan tanah silahkan hubungi Satgas Mafia Tanah Ditreskrimum Polda Banten.

“Kami siap melayani, dan kami siap untuk melakukan penyelidikan, ungkapnya”.

Cyber-Red
(Neng)

Happy
Happy
0 %
Sad
Sad
0 %
Excited
Excited
0 %
Sleepy
Sleepy
0 %
Angry
Angry
0 %
Surprise
Surprise
0 %
Next Post

PEMDA KOTA BEKASI PERINGATI NUZULUL QUR'AN DI MASJID AL BARKAH BERJALAN DENGAN KHIDMAT.

Cyberinvestigasi.com, 29 April 2021 KOTA BEKASI – Pemerintah Daerah Kota Bekasi peringati Nuzulul Qur’an dengan khidmat di Masjid Agung Al Barkah, kamis (29/04/2021). Turut hadir Wakil Wali Kota Bekasi, Sekertatis Daerah Kota Bekasi, Ketua DPRD, Ketua MUI, Ketua PCNU, Kementrian kota bekasi, Unsur Forkopimda, dan para jamaah Masjid Agung Al […]
IMG 20210430 WA0016

Subscribe US Now