Selain Membuat Warga Merasa Resah, Diduga Penambangan Batu Andesit Juga Izin Usaha Sudah Habis

Redaksi
IMG 20211219 WA0027
0 0
Read Time:3 Minute, 32 Second

Cyberinvestigasi.com, Serang – Warga dari Desa Pulo Ampel dan Margasari di Kecamatan Pulo Ampel resah dengan penambangan batu andesit yang terjadi di wilayahnya.
Mereka juga telah melakukan protes kepada PT. Fajar Angkasa Mandiri (FAM) yang menjadi pengelola penambangan di Desa mereka.

Masyarakat dari dua desa tersebut mengeluhkan kegiatan PT. Fajar Angkasa Mandiri terkait pengelolaan pertambangan di wilayah tempat mereka bermukim. Selama dari tiga tahun lamanya beroperasi sejak 2018, warga dari Desa Puloampel dan Margasari beberapa kali mendapatkan perlakuan yang tidak menyenangkan.

“Ingin memancing ikan saja ke bibir pantai, kami dilarang keras karena tidak boleh masuk ke wilayah PT FAM. Warga juga banyak mendapat tekanan dari mereka untuk tidak melakukan aktivitas di wilayah mereka, hingga akibatnya banyak usaha warga yang mati.
Bahkan banyak pengusaha kecil gulung tikar,” tutur H. Ali, warga Kampung Candi.
Rabu, (15/12/2021).

“Beberapa kali bahkan warga mengalami bentrok karena penggusuran tanpa koordinasi dan tanpa ganti rugi yang dilakukan oleh PT FAM.
Mereka mengklaim bahwa bangunan warga tersebut berada di lahan pengelolaan mereka,” tambah Irfan, Ketua Karang Taruna Kampung Candi, Desa Pulo Ampel.
Sebagai sebuah operasi usaha, perusahaan tambang PT. FAM adalah kriminalitas terorganisir.

Juga dikesempatan lain Aris Munandar, sebagai sekjend Ormas Bela Negara, menyebut itu sebagai salah satu karakter perusahaan ini.
Dengan melibatkan orang kaya atau berpengaruh, baik di tingkat lokal maupun nasional dengan seenaknya”,
Bahkanterkesan PT. FAM melakukan propaganda antara pengusaha dan diantara masyarakat sekitar, ucap Aris.

“Selain itu, tambang PT FAM yang beroperasional juga memiliki relasi kekuasaan, dan memegang modal politik, keuangan serta kekuasaan.
Mereka mengabaikan aspek sosial dan lingkungan, dan dalam beberapa kasus, sampai sampai saya juga mendengar sudah puluhan masyarakat kecil dan pengusaha kecil dimatikan usahanya bahkan sampai ada masyarakat yg dipidanakan oleh PT. FAM.usaha pertambangan pasti diduga ada berkaitan dengan aparat keamanan, terutama yang besar.

Masih dikatakan Aris, bahwa selain diduga menghindari kewajiban pajak, perusahaan tambang juga jelas2 tidak melakukan reklamasi bekas tambang.

“Karena tidak ada hukum yang tegas di Provinsi Banten ini, jadi kegiatan tetap berjalan sampai saat ini. Kegiatan penambangan PT. FAM itu hanya berhenti, tatkala satu dua hari setelah ada investigasi lapangan itu,” imbuh Aris.
Aris heran dengan perijinan yg telah mati, dan kerjasama dengan pemilik lahan yang selalu bermasalah, tidak ada tindakan tegas, karena jelas tambang itu melanggar hukum, merugikan negara, meresahkan masyarakat dan merusak lingkungan sampai melakukan kegiatan pertambangan di bibir Pantai di Pulo Ampel.

Truk-truk pengangkut batuan tetap lewat di jalan-jalan desa, bahkan di depan Polsek setempat.
Kita sebagai pemerhati lingkungan dan kontrol sosial di banten akan berbaur dengan masyarakat setempat untuk menuntut keadilan kepada pemerintah pusat, khususnya Provinsi Banten ini.

Berdasarkan data MODI di Kementerian ESDM, PT. FAM selaku perusahaan yang bergerak di bidang pertambangan memiliki izin berusaha untuk penambangan batu marmer.
Izin usaha tersebut sudah berakhir pada 15 Desember 2021 kemarin. Akan tetapi, dari pantauan warga sekitar, aktivitas PT FAM masih berlanjut pada Kamis (16/12/2021) pagi.

Dihubungi secara terpisah, PT. Nugra Santana selaku pemilik lahan yang disewa oleh PT FAM, sudah memasang patok sebagai tanda bahwa tanah di wilayah tersebut merupakan milik mereka.
Pemasangan patok itu dilakukan pada awal Desember 2021, dan hal itu dikarenakan perjanjian antara PT. Nugra Santana, selaku pemegang kuasa lahan dan PT. FAM sebagai penyewa telah berakhir pada bulan September 2020.

“Mengingat bahwa dari dokumen perjanjian pengelolaan lahan yang dimiliki oleh PT Nugra Santana, perjanjian pengelolaan lahan tersebut telah berakhir pada bulan September tahun 2020 akan tetapi PT Fajar Angkasa Mandiri, masih beraktivitas di lahan kuasa PT. Nugra Santana.

IMG 20211219 WA0024

Selanjutnya, berdasarkan hal tersebut PT. Nugra Santana sedang mengambil langkah hukum, atas perbuatan dan tindakan pihak PT. Fajar Angkasa Mandiri di lahan kuasa PT. Nugra Santana, ” kata Gigih Pramundita S.H dari SWADEK, salah satu kuasa hukum PT. Nugra Santana, Kamis (16/12/2021).

PT Nugra Santana pun akan bersurat ke Polda Banten terkait hal tersebut, sebagai pemilik kuasa lahan. Mereka sudah mengirimkan surat pemberitahuan untuk segera mengosongkan lahan dan meminta penjelasan dari PT FAM perihal masih adanya aktivitas di lahan mereka.

“Akan tetapi, justru PT. Nugra Santana yang dipanggil oleh pihak terkait dan berwenang terkait surat-surat dan aduan-aduan serta informasi tidak benar yang diadukan oleh PT. FAM.

Bahkan pihak perusahaan PT. FAM sendiri belum memberikan respons maupun rilis resmi terkait keluhan warga dan pengaduan ini.

*Puskominfo Indonesia*
Cyber-Red

M.s

Happy
Happy
0 %
Sad
Sad
0 %
Excited
Excited
0 %
Sleepy
Sleepy
0 %
Angry
Angry
0 %
Surprise
Surprise
0 %
Next Post

BBWSC3 Banten Selesaikan Kegiatan Pembangunan Rehabiltasi Jaringan Irigasi Sekunder Kiri dan Pembuang, D.I Cibaliung (Paket II)

Cyberintesvigasi.com, Pandeglang – Direktorat Jenderal Sumber Daya Air terus menggencarkan program Padat Karya Tunai (PKT), dalam upaya dan bertujuan untuk mengurangi angka pengangguran dan mempertahankan daya beli masyarakat. Seperti pada kesempatan ini, salah satu proyek yang saat ini telah dikerjakan, adalah Rehabiltasi Jaringan Irigasi Sekunder Kiri dan Pembuang,D.I Cibaliung (Paket […]
IMG 20211220 101913

Subscribe US Now