Wakil Wali Kota Bekasi Dorong UMKM Pengrajin Tempe Bentuk Paguyuban dan Koprasi

Redaksi
0 0
Read Time:1 Minute, 37 Second

cyberinvestigasi.com, 26 Maret 2021, Kota Bekasi – Wakil Wali Kota Bekasi Dr. Tri Adhianto, berkesempatan melakukan tinjau lokasi pengrajin tempe, toge dan tahu yang bertempat di Duren Jaya RT.05 RW.05 Kecamatan Bekasi Timur, Kota Bekasi Jawabarat. Jum’at, (26/03/2021).

Peninjauan tersebut didasari dorongan Wakil Wali Kota Bekasi untuk meningkatkan mutu dan kualitas para UMKM di Kota Bekasi agar dapat meningkatkan produktivitas para pelaku UMKM.

Dalam peninjauan didapati aspirasi dari beberapa pengrajin tempe yang mengeluhkan tingginya bahan baku kedelai dan kacang ijo.

Dikesempatan lain juga para pengrajin tempe mengeluhkan tingginya harga bahan baku pembuatan tempe yang biasanya 17 ribu perkilo dari importir, kini berubah menjadi 38 ribu perkilo.

Yang mana dari kenaikan bahan baku tersebut berimbas kepada minimnya pemasokan tahu tempe dipasaran, yang biasanya para pengrajin tempe memerlukan lebih kurang 2,1 ton perhari, namun saat ini produksi menjadi berkurang dari biasanya.

Sedangkan para pengrajin tempe merasa berat untuk memenuhi pasokan jika harus menaikan harga tempe, toge dan tahu dipasaran.

“Yang saya ingin sampaikan kepada Pak Wakil, saya selaku sekaligus mewakili para pengrajin tempe, meminta perhatian dari Pemerintah untuk dapat membantu mengatasi permasalahan bahan baku yang mahal dari importir kepada para pengrajin tempe,” Ujar Ihsan Budiman selaku Pengrajin tempe.

Dikesempatan lainnya juga, Tri Adhianto, selaku Wakil Wali Kota Bekasi menyikapi apa yang menjadi keluhan para pengrajin tempe tersebut.

 

 

Juga dalam sambutannya, Tri menyampaikan akan segera menindak lanjuti keluhan tersebut, proses yang akan dilakukan diantaranya meneruskan keluhan tersebut kepada Wali Kota Bekasi yang kemudian akan diteruskan ke Mentri Pertanian.

“Saran saya silahkan dibentuk paguyuban para pengrajin tahu tempenya yang kemudian bentuk koperasi yang bekerjasama dengan pemerintahan, dengan demikian selain mendapatkan legalitas paguyuban, jika ada permasalahan seperti hal demikian bisa kita teruskan ke Kementrian terkait,” Pungkas Tri Adhianto.

Tri berharap untuk sementara ini para pengrajin tempe agar tetap produktif seperti biasa, selagi Pemerintah mencoba untuk menyelesaikan permasalahan terkait bahan baku kedelai dan kacang ijo yang tinggi dipasaran, tutupnya”.

Cyber-Red
(Supri)
Biro: Bekasi

Happy
Happy
0 %
Sad
Sad
0 %
Excited
Excited
0 %
Sleepy
Sleepy
0 %
Angry
Angry
0 %
Surprise
Surprise
0 %
Next Post

MELANDO: Tukang Sampah Berdasi

cyberinbestigasi.com, 26 Maret 2021, Melando adalah salah satu sosok Generasi milenial yang memilih sebagai Tukang sampah berdasi, Melando mencetuskan konsep bermodalkan Sampah dalam program kompetisi berani jadi milyader”, pada kesempatan yang lalu disebuah acara di stasiun Televisi Nasional. Setelah acara tersebut Melando semakin terus berani mengedukasi masyarakat untuk terus peduli […]
IMG 20210326 WA0018

Subscribe US Now