Cyberinvestigasi.com, 18 Juli 2021, Kabupaten Serang – Dalam berinteraksi untuk sebuah kesosialan sangatlah dibutuhkan pemahaman yang baik dan harus harmonisasi dengan cara bisa menilai secara objektif, hususnya pegiat media yang menyajikan informasi ke halayak umum, agar sebuah pemberitaan dapat dipahami dan tanpa adanya keterangan yang sifatnya sepihak apalagi hoax.
Seperti persoalan yang terjadi beberapa waktu lalu, yang mana telah terlihat adanya Kesombongan seorang Oknum Penguasa Wilayah Desa yang saat itu berseragam kedinasan, yang mana juga saat itu telah mencoba melakukan pembubaran paksa layaknya Satpol-PP, dan berujung menjadi sorotan publik yang bukan rahasia lagi”,
Saat itu Oknum Kades tersebut dengan terkesan hebat dan gagahnya melakukan cara membubarkan paksa sebuah aksi damai yang dilakukan Warga masyarakat.
Minggu, (18-07-2021).
Seperti dikatakan Romeo, yang dirinya telah memberikan keterangan kepada Tim cyberinvestigasi.com, dengan melalui seluler nya Romeo memaparkan bahwa dirinya merasa bahwa cara yang dilakukan oknum kades tersebut telah menunjukan Arogansi dan menyalahi sebuah pungsi maupun jabatan nya secara kedinasan.
“Padahal dalam giat itu, sebelumnya kami juga sudah melayangkan izin aksi kepada pabrik baru yg mau dibangun
Sebab diduga bahwa perusahaan yang baru berdiri tersebut tidak pro terhadap pengusaha lokal secara adil dan merata, dengan maksud dan tujuan aksi damai kami tak lain sebatas untuk menyerukan sebuah aspirasi warga masyarakat yang sifatnya harus di sampaikan kepada perusahaan, ucap Romeo.
Namun akhirnya aksi itupun tidak jadi kami lakukan karena ada kabar akan dilakukan nya secara MEDIASI.
Namun dikesempatan yang sama saat itu kami dan kawan kawan sedang duduk santai sambil ngopi di warung, dengan tetap menjaga PROKES, tiba tiba kami didatangi kepala desa Mangunreja dengan seragam “dinas” beserta rombongan atau diantara pengikutnya.
Dengan tanpa beretika dan dengan serta merta oknum Kades tersebut menunjuk nujuk para awak media agar pergi disertai suara agak keras dengan cara pengusiran, termasuk kami juga yang saat itu berjumlah kurang lebih 20 orang anak muda yang juga tak luput dari sasaran “pengusiran”
Padahal kami sedang menunggu kabar dari jajaran managemen PT. AinulHayat, PT. Satyamitrasurya Perkasa, untuk MEDIASI, yang saat itu sudah berada didalam lokasi pabrik yg mau dibangun, akhirnya atas kejadian diluar dugaan kami dari perilaku arogan oknum kepala desa, ada 4 kejadian yg kami alami dan disaksikan orang banyak yaitu:
“Terjadinya kerumunan yg tidak terkendali dengan kata lain pelanggaran Prokes akibat ulah dengan cara yang disebabkan oleh oknum Kades yang arogan, “Intimidasi kepada kami dan awak media oleh oknum Kades dengan seraya mengeluarkan kata kata bernada pengusiran, “Adanya tindakan penyalahgunaan wewenang yg dilakukan oknum kepala desa tersebut, dengan logika hukum yang diduga tidak ada kewenangan untuk seorang Kades untuk membubarkan paksa sebuah aksi damai.
Kemudian melakukan pembiaran adanya tindakan premanisme oleh orang-orang yang diduga bawaan oknum kepala desa.
Dalam hal ini Hendaknya para pejabat diatas ambil sikap dan tindakan atas arogansi oknum kepala desa tersebut, termasuk adanya dugaan oknum aparat keposilian yg cenderung diduga sengaja melakukan pembiaran atas kehadiran oknum kepala desa dilokasi, pungkas Romeo diakhir penjelasannya kepada awak media.
Cyber-Red
( M.s.)