Diduga Pilih Kasih Dalam Penyaluran Bansos Covid 19, Puluhan Ibu-Ibu Gerudug Kantor Desa Cililitan

centerweb
0 0
Read Time:3 Minute, 30 Second

Pandeglang, 12 Juni 2020 Cyberinvestigasi.com – Berdasarkan pemantauan awak media pada hari Jumat 12/06/2020, Aksi Demo yang di lakukan puluhan Ibu-ibu warga Kadukalahang Desa Cililitan, Kecamatan Picung, Kabupaten Pandeglang, karena merasa tidak puas atas kinerja Pemerintah Desa Cililitan yang terkesan tertutup dan tak adanya transparansi dalam penyampaian Informasi pada publik, dalam hal terkait Penyaluran Bansos.

“Ibu Emin, (55) telah mengeluhkan pada awak media karena merasa dirinya layak untuk mendapatkan bansos tersebut, dan karena merasa belum pernah mendapatkan bantuan apa apa, baik itu PKH ataupun BPNT dan bantuan lainnya, sangat heran dan merasa ada yang janggal ketika mendengar sudah banyak yang mendapatkan bantuan namun ko disini seperti di pilah pilih”,

IMG 20200612 WA0195

bahkan ada Juga yang sudah mendapatkan bantuan, contohnya PKH, ko malah dapat lagi sementara seperti saya yang sehari hari hanya berjualan uduk dan keadaan suami pun sedang nganggur malah tidak mendapatkan” bahkan menurutnya di desa lain merata.

“yang emasnya banyak dan orang yang mampu dapat, ko di sini yang jelas jelas layak malah tidak dapat, ucapnya.

Sewaktu di kantor desa, saya kecewa mendengar Yang meninggal dapat dan ada yang doble namun pihak pegawai malah menyalahkan Kemensos RI, menurut Firman, uang yang meninggal di berikan pada ahli waris tapi kami tidak melihat data datanya bahkan harapan kami bertemu lurah namun tidak ada entah kemana tuturnya.
Jumat 12/06/2020

Sementara di kesempatan lain, Ibu Arsayu, (70) juga berkomentar,

“Saya juga ikut dalam aksi tersebut untuk berharap adanya keadilan, yaitu orang tua sepertinya orang tua renta yang tak punya dan tidak berpenghasilan apa-apa, sangat berharap di perhatikan oleh pemerintah, apalagi dalam kondisi Corona yang mana kami sekeluarga sangat kesulitan ekonomi, bahkan buat makan sehari-hari.

Jadi tolonglah bantuan sosial itu berikan pada yang berhak seperti saya, harapnya”
kendati demikian setelah ikut aksi dirinya merasa kecewa mendengar jawaban seorang Oknum perangkat desa yang Namanya (Frmn), katanya ini data 2015 dan bukan kesalahan Desa melainkan Data DTKS 2015 yang meninggalpun ada dan ada juga yang doble tapi itu cerita nya kami tidak melihat datanya, Tandas ibu Arsayu.

Di tempat terpisah, Cita (25), dirinya juga membenarkan perihal kronologis aksi demo tersebut, saya bersama rombongan ibu-ibu Kp. Kadukalahang barat dan timur kurang lebih sekitar 40-50 orang, namun tidak semuanya masuk hanya bebapa orang yang mewakili yang bisa mengahdap perangkat desa bernama (frmn).

“Betul, kami merasa iri kepada masyarakat yang sudah mendapatkan bansos baik dari BST Pusat atau Propinsi, karena kami pun sama masyarakat kecil yang terdampak apalagi suami saya cuma kerja serabutan”, mestinya Pemerintah melihat Kondisi di bawah masyarakat kecil seperti kami ini. Tuturnya

Saya sangat prihatin dan menyayangkan, ko bantuan ini datanya semrawut bahkan katanya ada data 2015, seraya menirukan perkataan perngkat desa, dan cara perilaku perangkat desa yang terkesan congkak dan besar kepala ketika di kntor desa saat menemui warga di dalam ruangan saat semua sendal warga di buka, dan ada yang duduk di bawah.

“Oknum perngkat tersebut terlihat congkak dan sombong duduk di atas kursi mengenakan sepatu seperti yang bisa kita semua lihat pada video yang sudah beredar di medsos, harusnya hargailah setiap warga walaupun kami cuma orang miskin dan lemah ekonomi, tapi kami juga manusia yang lebih tua darinya.

harapan kami semoga yang mendapatkan ini jangan smpai salah sasaran seperti kabar yang telah beredar masyarakat miskin banyak yang belum sementara perangkat desa sudah ada yang mendapatkan
tandas emen(41) dengan nada kesal yang menuntut keadilan tandasnya
Jumat 12/06/2020

Di tempat yang sama tikah dirinya juga mengakui Belum mendapatkan bantuan apa apa seperti PKH, BPNT dan bntuan Lainnya dirinya mengaku sebagai pedagang kecil yang benar benar merasakan imbas dari covid 19 ini, sekarang jualan kami menurun mestinya yang mendapatkan itu oran-orang yang bener bener terdampak, menurutnya ibu ibu kadukalahang hanyalah sebagian kecil dari suara masyarakt di seluruh cililitan Saat ini kami masih menunggu Bantuan yang di janjikan Sodara perangkat desa yang menjawab di video tersebut jika dari seluruh sumber bntuan kami tidk mendapatkan juga dan jika bntuan tidak tepat sasaran tidak menutup kemungkinan akan ada aksi lagi ke kantor Desa Ratusan Bahkan Ribuan Ibu-ibu Se desa Cililitan Karena Semuanya Pun merasakan terdampak Jadi Kami Mohon Evaluasi data jangan Sampai timbul Gejolak yang lebih besar, Seraya mengakhiri Pembicaraan
pada awak media Jumat 12/06/2020

(EB – Pdgl)

Happy
Happy
0 %
Sad
Sad
0 %
Excited
Excited
0 %
Sleepy
Sleepy
0 %
Angry
Angry
0 %
Surprise
Surprise
0 %
Next Post

Mendagri Ajak Pemda dan Pengawas Intern Pemerintah Kawal Anggaran

cyberinvestigasi.com, Jakarta – Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Muhammad Tito Karnavian mengajak Pemerintah Daerah (Pemda) bersama Pengawas Intern Pemerintah mengawal anggaran. Hal itu dikatakannya saat menjadi narasumber dalam pada Rapat Koordinasi Nasional Pengawasan Intern Pemerintah Tahun 2020 melalui Video Conference, Senin (15/06/2020). “Penekanan utama kita adalah memberikan dukungan, asistensi dalam rangka […]
IMG 20200615 WA0132

Subscribe US Now