RSUD Berkah Pandeglang: Keluarga Pasien Keluhkan Pelayanan dan Penanganan Pihak Rumah Sakit

Redaksi
IMG 20211201 WA0007
1 0
Read Time:3 Minute, 24 Second

Cyberimvestigasi.com, 1 Desember 2021, Pandeglang – Bukti kelemahan yang dilakukan petugas pelayanan kesehatan akan berdampak buruk terhadap pasien dan bisa menimbulkan kerugian materi, cacat fisik, bahkan sampai kepada meninggal dunianya pasien (masyarakat).

Hal demikian merupakan rendahnya mutu pelayanan kesehatan di rumah sakit, yang sudah terhimpun awak media berdasarkan keterangan salah satu masyarakat Pandeglang yang menceritakan tentang buruknya pelayanan maupun penanganan pasien di RSUD Berkah Pandeglang Banten.
Sehingga perubahan paradigma dalam lembaga pelayanan kesehatan yang saat ini beralih pada patient centered care, belum benar-benar dijalankan dengan baik.

Salah satu warga masyarakat Pandeglang, yang mana dalam hal ini enggan disebutkan namanya, sebut saja (Ham).
Dirinya juga selaku salah satu pemerhati sosial yang aktif sebagai aktivis Pandeglang, juga telah mmbenarkan.

“Pada pekan lalu, tepatnya di tgl 04 November telah menerima keluhan warga masyarakat di Pandeglang, yang juga menceritakan persoalan di lingkungan RSUD Berkah Pandeglang, papar (Ham).

Sungguh disayangkan, dan sangat miris ketika saya mendengar kronologis dari Bapak “KI, yang beralamatkan Kp.Lantera Desa Cigondang Labuan, saat menjalani perawatan di RSUD Berkah Pandeglang.

“Singkat kata,.. padahal RSUD Berkah ini notabene sebagai rumah sakit milik Pemerintah Daerah, namun setelah mendengarkan salah satu keterangan dari keluarga pasien, ada diduga pihak medis masih terdapat kelalaian terhadap tanggung jawab dan tugas kerja nya, yang pada akhirnya melupakan keselamatan pasien, jelasnya.

Lanjut (Ham), juga menurutnya, bahwa dalam UU Nomor 36 Tahun 2009 tentang Kesehatan sudah dengan jelas menyatakan bahwa rumah sakit saat ini harus mengutamakan keselamatan pasien di atas kepentingan yang lain”,

“Sudah seharusnya rumah sakit berkewajiban menerapkan budaya keselamatan pasien, dan tidak ada lagi alasan bagi setiap rumah sakit untuk tidak menerapkan budaya keselamatan pasien.
Karena hal itu nantinya bukan hanya kerugian secara materi yang didapat, tetapi juga ancaman terhadap hilangnya nyawa pasien, dan ini sudah terjadi dengan adanya bukti keluhan keluhan maupun aduan masyarakat yang sudah Saya terima”,

Hal itu disebabkan dengan salah satunya terkait pelayanan dan pasilitas kerja yang tidak dimiliki RSUD Berkah, yang mana memang seharusnya itu ada dan dimiliki.

“RSUD Berkah yang beralamatkan Cikoneng-Pandeglang ini milik Pemda Loh”, kok bisa demikian,? Tegasnya.

Disisi lain dan juga dikesempatan terpisah, Inisial “KI, yang beramatkan Cigondang Labuan membenarkan.
Menurut “KI, menjelaskan kepada cyberinvestigasi.com melalui layanan seluler berbasis layanan Watshap

“Selaku keluarga pasien, (masyarakat) saya tetap percaya terhadap ketentuan takdir, walaupun akhirnya telah kehilangan salah satu keluarga tercinta”, tutur (KI)

“Selain itu, Ini juga murni keluhan kami selaku warga masyarakat Kabupaten Pandeglang, yang telah menjadi pasien di RSUD Berkah Pandeglang.
Sebagai masyarakat awam, juga sedikit banyaknya Saya bisa menyimpulkan bahwa lemahnya sebuah pelayanan dan penanganan terhadap pasien yang dilakukan pihak Rumah Sakit RSUD Berkah Pandeglang, saat melayani dan menangani Kami, jelas nya”,

Memang, sebuah kematian adalah garisan Takdir dan kehendak Allah SWT, namun setidaknya sabab musabab itu pasti ada, imbuh “KI, yang kembali melanjutkan penyampaian nya.

IMG 20211201 WA0008“Setidaknya, pelayanan dan penanganan pihak medis harusnya ditingkatkan kembali, agar menjadi lebih baik lagi dan jangan sampai kejadian yang menimpa pada keluarga Kami, menimpa pada pasien yang lainnya”,
Kami kecewa karna sekelasnya RSUD sebagai pemilik Pemerintah Daerah tidak bisa memiliki Lab”, dan sehingga harus kami lakukan ditempat lain yang jarak tempuhnya sangat cukup jauh, pungkasnya, tegasnya.

Inilah yang sampai saat ini belum berjalan sehingga masyarakat yang dirugikan karena lemahnya penegakan hukum yang pada akhirnya persoalan persoalan tersebut kerap ditemukan, bahkan dipihak RS lainnya se-Indonesia.

Ada beberapa faktor yang menjadi penyebab kenapa budaya keselamatan pasien belum benar-benar diterapkan di berbagai rumah sakit.
Contoh: rendahnya tingkat kepedulian petugas kesehatan terhadap pasien, hal ini bisa dilihat dengan masih ditemukannya dugaan diskriminasi yang dialami oleh pasien terutama dari masyarakat yang tidak mampu.

Kedua, beban kerja petugas kesehatan yang masih terlampaui berat terutama perawat”,
Sebab Perawatlah yang bertanggung jawab terkait asuhan keperawatan kepada pasien, sedangkan disisi lain masih ada rumah sakit yang memiliki keterbatasan jumlah perawat yang menjadikan beban kerja mereka meningkat.
Bahkan juga saat ini diduga RSUD Berkah sendiri lah terhadap faktor distribusi yang tidak merata.

dan ini berdampak pada mutu pelayanan yang tidak sama di setiap rumah sakit.
Terlebih lagi dengan lemahnya pengawasan yang dilakukan oleh dinas kesehatan (Badan Pengawas).

*Puskominfo Indonesia*
Cyber-Red

Biro: Pandeglang
Dede Supriyadi

Cyber-Red

Happy
Happy
0 %
Sad
Sad
0 %
Excited
Excited
100 %
Sleepy
Sleepy
0 %
Angry
Angry
0 %
Surprise
Surprise
0 %
Next Post

Di Rakerda KT Tangsel, Wagub: KT Harus Pelopori Kebangkitan Ekraf dan UMKM

Cyberinvestigasi.com, Tangsel – Wakil Gubernur Banten Andika Hazrumy menghadiri Rakerda atau rapat kerja daerah Karang Taruna (KT) Kota Tangsel di Aula Puspemkot Tangsel, Rabu (1/12). Dalam sambutanya Andika meminta KT menjadi pelopor kebangkitan ekonomi kreatif dan UMKM dalam rangka pemulihan ekonomi di masa pandemi Covid 19. “Saya berharap kepada Karang […]
IMG 20211201 WA0026

Subscribe US Now