Subsidi Pupuk Masa Pandemi Dicabut, Petani Ini Buat Pupuk Kompos Murah dan Bagus

Redaksi
2 0
Read Time:1 Minute, 54 Second

cyberinvestigasi.com, 24 Maret 2021, Lampung – Di tengah polemik kebijakan pemerintah tentang pencabutan subsidi pupuk kimia dan Impor beras, telah berdampak pada para petani yang saat ini merasakan beban yang semakin berat.

Apalagi di masa pandemi yang sampai saat ini belum juga nampak akan kunjung usai”, Padahal salah satu keinginan petani adalah stop impor beras dan tetapkan subsidi juga ketersediaan pupuk yang selama ini dirasa menyusahkan petani.

Namun, hal ini tidak menyurutkan langkah salah seorang petani di desa Negararatu, Natar, Lampung Selatan.

Edi Zulkifli, yang mana dikesempatannya ia mencoba menggunakan alternatif pupuk organik yang dibuat sendiri.

Selanjutnya, saat ditemui di lahan pertanian miliknya, Edi menjelaskan bagaimana dia mencoba mengganti pemakaian pupuk kimia ke organik, dan menurutnya,
Bahwa hasil pupuk organik yang dia buat sendiri sudah dirasakan manfaatnya, dan bahkan hasilnya jauh lebih baik dari pupuk kimia dari berbagai sisi.

“Dari sisi biaya saya bisa menekan lebih dari 50 persen. Kalau pakai pupuk kimia pabrik bisa keluar dana satu jutaan untuk lahan sekitar 9 Rante, kalau pakai pupuk organik paling habis Rp 300.000,- buat beli bahan pupuknya,” katanya.

Dari pantauan wartawan Cyberinvestigasi.com di lapangan, terlihat jelas bahwa pertumbuhan padi Edi yang seragam dan sehat.

“Bisa dilihat kan mas itu padinya sudah matang dan daunnya tetap hijau kalo pake pupuk kimia pabrikan biasanya daunnya nya juga sudah tua dan layu,” ungkap Edi.

Dikesempatan lain Cyber Investigasi juga mencoba mewawancarai Melando, salah satu Aktivis Lingkungan Hidup, pencetus projek composter merah Putih dengan melalui aplikasi WhatsApp.

Melando mengatakan, pemakaian pupuk kimia anorganik pada jangka panjang bisa merubah struktur hara pada tanah, sehingga tanah menjadi tandus dan susah diolah.

“Pestisida juga tidak kalah berbahayanya jika terjadi residu dihasil panennya, kemudian dikonsumsi manusia akan menimbulkan efek negatif terhadap kesehatan tubuh kita,” ujarnya.

Adapun masyarakat harus terus diberi bimbingan tentang pertanian organik ini.

“Pemerintah Daerah maupun desa baiknya bisa terus menerus memberikan bimbingan dan penyuluhan kepada petani-petani, sehingga bisa menciptakan petani yang mandiri, petani yang cerdas, efisien dan tentunya petani yang peduli pada lingkungan hidup dan kesehatan,” ungkapnya.

Melando menyambut baik jika di daerah-daerah dan desa-desa dibuatkan Rumah Kompos.

“Sangat betul itu karena di daerah-daerah banyak lahan kosong yang bisa digunakan untuk pengelolaan sampah organik”, baik dari pertanian dan peternakan, alangkah baiknya jika pemerintahan daerah mendorong ke arah itu,” pungkasnya.

(Lam-red)
Biro: Lampung

Happy
Happy
100 %
Sad
Sad
0 %
Excited
Excited
0 %
Sleepy
Sleepy
0 %
Angry
Angry
0 %
Surprise
Surprise
0 %
Next Post

Dalam Giat Kesosialan, Kelurahan Jatimakmur Gelar Acara Donor Darah

cyberinvestigasi.com, 24 Maret 2021, Kota Bekasi – Giat Donor Darah yang digelar di wilayah Jatimakmur Rw.03, telah dihadiri Lurah Jatimakmur Bapak Atmanto, beserta staf kelurahan, serta dihadiri pula dari pihak Kecamatan Pondok Gede yang diwakili staf Kecamatan, beserta Rw setempat, juga warga Rw.03 Kelurahan Jatimakmur, Kecamatan Pondok Gede khususnya. Acara […]
IMG 20210324 WA0050

Subscribe US Now