Atas Kehawatiran Akhirnya Warga Meminta Keterbukaan Pelaksana Projek Tol Serang Panimbang

Redaksi
0 0
Read Time:1 Minute, 56 Second

cyberinvestigasi.com, 12 Februari 2021, Serang – Beberapa Warga Pengampelan dari tingkat Rw-Rt, Dkm, yang juga di dampingi pihak Lpm dan Ormas berkesempatan mendatangi lokasi kegiatan pekerjaan proyek pekerjaan tol serang panimbang, tepat nya di titik OP 1 Wilayah Kecamatan Walantaka yang memprotes cara pekerjaan PT. Wika yang di duga telah semena mena dalam proses pekerjaan nya.

Pasalnya pelaksana pekerjaan tersebut di anggap lalai dalam pertanggungjawaban, dan tidak membuktikan sebuah konsekuensi nya dalam melaksanakan pekerjaan.

Dalam hal ini beberapa diantaranya Warga Pengampelan Kecamatan Walantaka Kota Serang Mempertanyakan soal mengenai masalah mata air kawah-belerang yang sebelum nya telah di urug saat lokasi titik pembangunan jembatan tol dilaksanakan, dan yang mana akhirnya kini mata air kawah-belerang tersebut bergeser pindah dan timbul kembali tepat dan berdekatan disekitar pemukiman warga, yang sehingga kehawatiran warga tersebut ahirnya berujung dengan cara mendatangi lokasi proses pekerjaan tersebut untuk meminta pihak pelaksana pembangunan terbuka kepada warga akan satu konsekwensi maupun tanggung jawabnya.
Jumat, (12/2/2021)

Puluhan warga yang tergabung juga mengecam akan adanya akitivitas jalan tol yang melintas di wilayah mereka. Hal ini dilakukan, bahwa jika pihak pengelola Tol Serang Panimbang yakni PT Wika tidak mengindahkan, maka warga sekitar akan kembali menduduki projek tersebut sekaligus akan mengadukan ke pihak pemerintah daerah maupun pusat.

Salah satu warga selaku Tokoh pemuda mengatakan, sebut saja (Bas-40), kami selaku warga sekaligus yang mewakili hanya meminta bukti pertanggung jawaban pihak pelaksana, tentang munculnya kembali sumber kawah belerang yang ada di sekitar pemukiman.
Sebab sebelumnya, kawah tersebut tidak ada, dan dulu timbulnya bukan disitu, ucapnya.

“Keinginan warga hususnya masyarakat pengampelan kecamatan walantaka kota serang hanya ingin di pasilitasi dan meminta untuk keterbukaan publik, juga di adakan nya musyawarah terlebih dahulu antara warga dan dari pihak Pt. Wika yang bertanggung jawab dalam tata cara proses pekerjaan itu sehingga nanti tidak ada lagi kehawatiran warga mengenai proses pekerjaan itu dan jika sudah terjadi kesepakatan dalam musyawarah tesebut.

Selanjutnya (Bas-40) dirinya dengan sekaligus juga yang mewakili warga yang lain, karena warga sangat merasa was-was dengan kondisi itu maka pihak perusahaan harus membuktikan apa konsekwensi atas jaminan atas keselamatan dan kenyamanan warga sekitar, sebab selain mata air yang dihawatirkan tersebut akan lebih meluap, juga saat ini baunya juga sudah terasa mengganggu warga, imbuh (Bas-40), menceritakan adanya awal duduk persoalan yang menjadi tuntutan warga., Ucapnya diakhir penjekasan”.

Cyber/Red
(Bye)

Happy
Happy
0 %
Sad
Sad
0 %
Excited
Excited
0 %
Sleepy
Sleepy
0 %
Angry
Angry
0 %
Surprise
Surprise
0 %
Next Post

POLRI: Bersama Polsek Kasemen Siap Ciptakan Keamanan dan Kenyamanan Perayaan Imlek 2572 di Vihara Avalokitesvara Banten

cyberinvestigasi.com, 13 Febuari2021, Kota Serang – Suasana perayaan Imlek 2021 nampak berbeda pada Vihara Avalokitesvara di Kelurahan Banten Kecamatan Kasemen, Kota Serang Banten. Dalam perayaan Imlek 2572 kali ini dengan Shio Kerbau Logam terpantau sepi, dan tidak semeriah dengan perayaan imlek pada tahun tahun sebelumnya. Dari aktifitas perayaan imlek tersebut, […]
IMG 20210213 090353

Subscribe US Now