Demo Tuntut Jokowi Mundur BIN Deteksi Kelompok Provokator

Redaksi
IMG 20210725 114321
0 0
Read Time:2 Minute, 3 Second

Cyberinvrstigasi.com, 25 Juli 2021, Jakarta – Badan Intelijen Nasional (BIN) menanggapi terkait poster seruan aksi bertajuk,

“Jokowi End Game”.

BIN juga telah menyebutkan bahwa memang ada kelompok-kelompok yang memiliki kepentingan untuk sengaja memprovokasi rakyat untuk berdemo di tengah situasi pandemi saat ini.
Hal tersebut diungkap oleh Deputi VII BIN Wawan Hari Purwanto.

Juga selanjutnya, Hari, awalnya membahas terkait unjuk rasa yang memang dilindungi oleh konstitusi, namun sangat berbahaya jika dilakukan di tengah situasi saat ini.

“Demonstrasi atau unjuk rasa merupakan bagian dari penyampaian aspirasi yang dilindungi oleh konstitusi.
Namun demikian, aksi demonstrasi di masa pandemi COVID-19 sangat berbahaya dan tidak mencerminkan jiwa patriotis”,
Karena negara dan seluruh elemen bangsa saat ini sedang berperang melawan penyebaran virus Corona,” kata Wawan, Minggu (25-07-2021).

Wawan, dirinya juga mengatakan bahwa aksi di tengah situasi saat ini, yang juga berdasarkan penjelasan pakar dan kaidah sains, adalah sangat berbahaya dan cenderung memunculkan klaster baru.
Karena itulah, pemerintah menerapkan kebijakan PPKM untuk membatasi kegiatan itu demi kesehatan dan keselamatan masyarakat.

“Aksi demonstrasi di tengah pandemi rentan memunculkan klaster baru penularan COVID-19.

Sebab umumnya demonstrasi selalu menghadirkan banyak orang, dan cenderung mengabaikan protokol kesehatan di tengah ancaman pandemi COVID-19.

“Cukup banyak orang yang terlihat sehat, padahal di dalam tubuhnya terdapat virus dan bisa menularkan ke orang lain,” jelasnya.

Dalam hal ini PPKM yang menjadi sorotan dalam ajakan aksi demonstrasi, dibuat pemerintah dengan tujuan untuk memastikan kesehatan dan keselamatan warga. Siapa saja yang berencana untuk melakukan aksi demonstrasi, lebih baik menyampaikan aspirasi dengan cara lain, baik secara tertulis ataupun langsung, terlebih disampaikan dengan konsep, naskah akademik dan lain sebagainya,” lanjutnya.

“Namun demikian, Wawan menyinggung terkait tetap adanya kelompok yang tetap berupaya memprovokasi masyarakat. Kelompok ini, kata dia, kerap memanfaatkan aksi demonstrasi untuk memprovokasi, memperkeruh situasi, bahkan menuntut agar Presiden Jokowi mundur.

“BIN terus mendeteksi dan berkoordinasi melalui forum Kominda maupun Forkominda terkait dinamika penanganan COVID-19, termasuk mengantisipasi adanya kelompok kepentingan yang memprovokasi rakyat. Masyarakat diimbau untuk tidak berdemonstrasi di masa pandemi karena rentan digunakan provokator untuk memperkeruh situasi, membangun ketidakpercayaan kepada Pemerintah, bahkan menuntut Presiden Jokowi untuk mundur,” ujarnya.

Untuk itulah, Wawan mengimbau agar masyarakat waspada terhadap narasi provokatif di media sosial dan menolak demonstrasi di masa pandemi COVID-19.

“Masyarakat diimbau untuk mewaspadai narasi provokatif di media sosial dan menolak demonstrasi di masa pandemi COVID-19.
Sebab saat ini yang dibutuhkan adalah solidaritas semua pihak, untuk bersama-sama memenangkan perang melawan virus Corona,” tutupnya.

_Puskominfo Indonesia_

Cyber-Red
(M.s.)

Happy
Happy
0 %
Sad
Sad
0 %
Excited
Excited
0 %
Sleepy
Sleepy
0 %
Angry
Angry
0 %
Surprise
Surprise
0 %
Next Post

Kapolda Banten Irjen Pol Dr. Rudy Heriyanto membuka Pendidikan Pembentukan Bintara Polri tahun 2021

Cyber investigasi.com, 26 Juli 2021, Pandeglang – Kapolda Banten Irjen Pol Dr. Rudy Heriyanto, membuka Pendidikan Pembentukan Bintara Polri tahun 2021 di Sekolah Polisi Negara (SPN) Polda Banten Mandalawangi, Kabupaten Pandeglang, Senin (26/07/2021) pukul 08.00 wib. “Pendidikan Pembentukan Bintara Polri tahun 2021 secara resmi saya nyatakan dibuka,” ujar Rudy Heriyanto, […]
IMG 20210726 WA0034

Subscribe US Now