Cyberinvestigasi.com, Jumat, 24 September 2021, Lebak – Banten adalah daerah yang juga memiliki Sejuta sejarah maupun budaya, dan tidak banyak sumber yang dapat diandalkan untuk menggambarkan kondisi sejarah Banten, sebelum kedatangan bangsa Barat.
Beberapa hal lain yang menjadi bukti telah berlangsungnya interaksi budaya antar bangsa, salah satu nya adalah dengan ditemukannya artefak berupa keramik.
Jumat, (24-09-2021)
Seperti pada kesempatan kali ini, terpantau di salah satu tempat yakni tepatnya di Pekarangan Djati Teater Guriang yang beralamatkan Warunggunung Kabupaten Lebak.
Dalam hal tersebut tim Cyber-Red telah merangkum dan menghimpun aktivitas dan kegiatan satu perencanaan tim-teater dengan membut sebuah konsep “Lintas Rempah”,
Seperti dikatakan Dede A Majid, yang mana dirinya menyampaikan satu rencana kegiatan teter guna bertujuan mengutip kembali sejarah silam, khususnya di wilayah Banten.
“Tema ini cukup sederhana, sebatas Kami sedikit mengutip kembali sejarah ataupun budaya yang ada di Banten”,
Dede A Majid, adalah merupakan Warga Warunggunung Kabupaten Lebak yang selanjutnya juga menambahkan.
“Kebetulan, disini Saya juga sebagai Sutradara pada karya yang bertemakan “Lintas Rempah”, pungkasnya.
Selanjutnya, bahwa sebelumnya telah dikisahkan semasa pada waktu silam, bahwa tepat pada abad ke-17, dinasti Islam yang dipimpin oleh Sunan Gunung Jati asal Demak, telah berhasil merebut kekuasaan era Banten Lama, dan menjadikan Banten dalam sejarah kota ini dengan memainkan perannya sebagai titik niaga rempah”,
“Hal ini pertama-tama karena Banten telah masuk sebagai penjual rempah lada yang turut menjadikannya kota niaga.
Selain itu, Banten juga memainkan perannya sebagai Entrepot, atau pintu masuk dalam ekspedisi-ekspedisi rempah bangsa Barat seperti (Inggris, Portugis, Belanda). dan umumnya sebelum berlayar menuju kepulauan rempah di Maluku. Pada era ketika Portugis menguasai Malaka, lalu kemudian Banten pun menjadi titik yang diperebutkan oleh bangsa asing untuk dikuasai karena menjadi titik yang strategis dan perannya sebagai Entrepot.
Catatan lain tentang sejarah Banten yang merupakan titik jalur rempah adalah keberadaan teluk lada di Panimbang.
Karena sebagian besar dari rempah yang disuplai ke pusat kota berasal dari sana.
“Itulah generasi baru yang tiada tertahan menuju ke puncak kemenangan.
Tempat mata lepas jauh memandang. Tempat matahari tak terhalang menjatuhkan sinar emasnya.
Namun sayang, disisi lain, pulau kemilau yang tersohor harus hilang ditelan alam.
“Teluk lada tinggal kenangan dari kejayaan Banten masa silam”.
Gawe Kuta Baluwarti Bata Kalawan Kawis.
*Puskominfo Indonesia*
Cyber-Red
(M.S)