Jokowi Menyoroti Angka Vaksinasi, Ini Tanggapan Wagub Banten: Prioritaskan Juga Daerah Penyangga dan Jangan Hanya DKI

Redaksi
IMG 20210923 WA0063
0 0
Read Time:2 Minute, 19 Second

Cyberinvestigasi.com, Serang – Wakil Gubernur Banten Andika Hazrumy, menanggapi perihal disorotnya sejumlah daerah di Provinsi Banten yang menyebutkan bahwa angka vaksinasi Covid-19 nya masih rendah, oleh Presiden Joko Widodo dalam pengarahan kepada Forkopimda se-Banten saat kunjungan kerja di Banten , pada Selasa (21/9/21) lalu.

Menurut Andika, masih rendahnya angka vaksinasi di sejumlah daerah di Banten tersebut juga merupakan sejalan dengan rendahnya pasokan vaksin dari Pemerintah Pusat ke daerah-daerah dimaksud.

“Ini memang karena distribusi dari pusatnya masih terbatas.
Kalau kami di Provinsi, ketika Pusat kirim berapapun, ya langsung kami distribusikan ke kabupaten/kota,” kata Andika menjawab pers usai meninjau pelaksanaan Vaksinasi Merdeka Serentak oleh Aliansi Mahasiswa Nasional di kampus UIN SMH Banten, Kota Serang, Rabu kemarin, (22/9)21).

Pada kegiatan yang juga telah disaksikan Presiden Jokowi secara virtual tersebut, turut meninjau bersama Andika, Kapolda Banten Irjen Pol Rudy Heriyanto.

Dikatakan Andika, dari target sekitar 18 juta dosis vaksinasi Covid 19 di Provinsi Banten, Pemerintah Pusat baru mengalokasikan sekitar 8,5 juta dosis.

“Targetnya kan 70 persen penduduk, jadi sekitar 9 juta penduduk. Artinya kita butuh 18 juta dosis untuk meng-cover dua kali dosis. Sementara alokasi dan distribusi dari Pusat untuk Banten baru 8,5 juta dosis,” kata Andika.

Dikatakan Andika, Pemprov Banten sendiri telah mengusulkan kepada Presiden Jokowi dalam kunjungan kerjanya Selasa lalu di Kota Serang, agar daerah-daerah penyangga ibukota Negara seperti Provinsi Banten diprioritaskan alokasi dan distribusi vaksinnya. Menurutnya, prioritas Pemerintah Pusat kepada DKI Jakarta selama ini tidak akan berjalan dengan baik hasilnya, jika daerah penyangganya tidak ikut diprioritaskan.

IMG 20210923 WA0064“Kan percuma kalau Jakarta clear juga, kalau orang Tangerang yang banyak beraktivitas di Jakarta belum ter-cover (vaksin Covid-19),” imbuhnya.

Mengutip data Dinas Kesehatan Provinsi Banten, selanjutnya Andika mengungkapkan, pelaksanaan vaksinasi di Provinsi Banten saat ini telah menjangkau sebanyak 3,6 juta lebih sasaran atau 39,56% telah divaksinasi dosis pertama. Dan sebanyak 2 juta lebih sasaran atau 20,55% telah mendapatkan dosis kedua dari total sasaran sebanyak 9.229.383 sasaran.

Pada kesempatan tersebut Andika juga tidak lupa mengucapkan terima kasih dan apresiasinya kepada TNI/Polri serta pihak kampus dan mahasiswa yang secara terus menerus telah bahu membahu mengejar target vaksinasi pemerintah daerah. “Seperti yang hari ini, ini kan dosis kedua kelanjutan dari dosis pertama yang sudah dilakukan teman-teman Aliansi Mahasiswa Nasional dibantu TNI/Polri satu bulan sebelumnya,” kata Andika.

Sebelumnya diberitakan, Presiden Jokowi menyoroti rendahnya capaian vaksinasi di tiga daerah di Provinsi Banten. Ketiganya yakni Kabupaten Serang, Kabupaten Pandeglang dan Kabupaten Lebak. Ketiga daerah tersebut capaian vaksinasi masih di bawah 20 persen.

Rinciannya, Kabupaten Serang capaian vaksinasi baru 16 persen kategori umum dan 2 persen kategori lansia. Kabupaten Lebak baru 17 persen kategori umum dan 4 persen kategori lansia. Sedangkan Pandeglang 18 persen kategori umum dan 6 persen lansia.

*Puskominfo Indonesia*
Cyber-Red

(M.S)

Happy
Happy
0 %
Sad
Sad
0 %
Excited
Excited
0 %
Sleepy
Sleepy
0 %
Angry
Angry
0 %
Surprise
Surprise
0 %
Next Post

Persepsi Masyarakat Terhadap Pelayanan dan Nilai Nilai Positif Pada Penataan Kantor Kelurahan Pabuaran

Cyberinvestigasi.com, Kamis, 23 September 2021, Serang Kota – Dalam rangka melengkapi sarana dan prasarana juga sekaligus untuk meningkatkan pelayanan kepada masyarakat, Kelurahan Pabuaran Kecamatan Walantaka Kota Serang, terlihat pada ruangan yang berukuran P/L 18×12 tersebut, pada kondisi tatanan nya yang sangat rapih. Seperti pada kesempatan itu Maryani SE. M. Si […]
IMG 20210923 WA0082

Subscribe US Now