Merasa Difitnah, Warga Purwawinangun Kuningan Praperadilkan Kasus Ini

Redaksi
0 0
Read Time:2 Minute, 52 Second

cyberinvestigasi.com, 03 Maret 2021, Merasa jadi korban fitnah dalam pemberitaan sebuah media online lokal, A bin MB (56) warga Ciasem, Lingk Kliwon, Kelurahan Purwawinangun, Kecamatan Kabupaten Kuningan, Jawa Barat, membantah tudingan pemberitaan yang menyebut dirinya telah melakukan perbuatan asusila kepada anak di bawah umur.

Pihak Polres Kuningan sendiri melalui penyidik dalam suratnya Nomor: S.Tap/03/II/2021/Reskrim telah menetapkan A sebagai tersangka dengan tuduhan dugaan telah melakukan tindak pidana pencabulan dan atau persetubuhan anak di bawah umur.

A ditetapkan sebagai tersangka setelah dirinya dilaporkan pihak keluarga korban berdasarkan Laporan Polisi No. Pol. LP/B-01/1/2021JBR/RES.KNG pada 3 Januari 2021.

Melihat adanya gelagat yang tidak beres dan tidak puas atas penetapan tersebut, ujungnya A melayangkan surat kepada Kapolda Jawa Barat dan meminta perlindungan hukum untuk dilakukan gelar perkara di tingkat Polda Jawa Barat.

Dikesempatan nya, dalam isi layangan surat tersebut Kuasa Hukum A, telah menuliskan permohonan.

“Tanpa mengurangi rasa hormat saya, dengan ini saya ajukan dan melaporkan ketidakpuasan saya atas proses penyidikan yang dilakukan Satreskrim Polres Kuningan dari Unit PPA,” kata A, menuturkan kepada media ini, Senin (1/3/21).

A juga merasa tidak adanya keadilan dan kejanggalan dalam proses penyidikan kasus ini, mulai dari pemeriksaan, pengaduan laporan korban dan orangtua korban.

“Terkesan seperti ada laporan yang direkayasa,” kata A.

Selain itu juga melihat penyidik terlalu dini menetapkannya sebagai tersangka. Pasalnya sampai saat ini belum ada saksi yang menguatkan atau melihat kejadian tersebut.

“Belum ada saksi yang mengarahkan pembuktian terhadap saya sebagai pelaku,” ungkapnya.

IMG 20210303 082200

Sementara Kuasa Hukum tersangka dari gabungan LBH, Winata Kurniawan, SH dan Riri Priyono, SH ketika dikonfirmasi mengatakan, kasus yang mereka tangani sekarang masuk dalam tahap praperadilan.

“Intinya kami melakukan upaya hukum on the track untuk praperadilan. Titik beratnya terkait dengan alat bukti,” kata Riri Priyono, SH, Selasa (2/3/21).

Menurut Riri, alat bukti seharusnya berkualitas dan saksi-saksi harus yang melihat mendengar dan menyaksikan. Namun sampai detik ini, semua itu tidak ada. Begitupun keterangan pendapat ahli dan keterangan hukum sebab akibat.

Riri mengatakan, suatu peristiwa hukum yang berhubungan dengan ilmu atau keahliannya dimulai dari fisiologis, sosiologis serta dampak psikologis dan sosial masyarakat. Intinya kasualitas.

“Namun saat ini yang sedang diuji dan yang ada hanya akibatnya, tapi penyebabnya belum pernah ditelaah. Penyebabnya apa, siapa pelakunya gak ada,” ungkapnya.

Demikian juga dengan bukti surat.
Riri membenarkan ada visum tersebut, namun itu bukan bukti akibat.
Demikian juga pengakuan tersangka bahwa (korban) masih di bawah umur yang belum tentu keterangannya objektif harus didukung, seperti psikiater anak dan ahli wawancara.

“Jadi kami mengajukan praperadilan ini menempatkan posisi apakah alat bukti yang mendukung tersangka ini sudah berkualitas, itu intinya”, itupun ada beberapa putusan terkait dengan kualitas alat bukti.
Jadi melihat anatomi perkaranya itu yang ditonjolkan hanya akibat,” ungkapnya.

Ditanya kemungkinan adanya pelaku lain dan A hanya sebagai korban, dengan penuh keyakinan Riri membeberkan adanya indikasi itu, Ia juga mengatakan, hal itu terlihat pada saat gelar perkara dimana kliennya bicara lantang bahwa ini rekayasa.

“Jadi saya harus yakin dengan prinsipal saya. Saya yakin A bukan pelakunya dan sampai detik ini pun semua bicara tentang akibat bukan penyebab,” tandasnya.

Sebenarnya, lanjut Riri, perkara ini akibat kalimat tak jelas, “D pelorotkan celananya mau dimasukin cacing”, dan itu yang jadikan bukti dari dasar bukti yang paling kuat dari penyidikan kepolisian.

“Tapi siapa yang berbicara di situ? Ada tidak yang menyaksikan. Apalagi sampai pencabulan.

Nah itu ‘kan yang jadi tanda tanya besar,” ungkap Riri Priyono, SH. TIM PUSKOMINF0 – JAWA BARAT

Cyber/Red
(M.s)

Happy
Happy
0 %
Sad
Sad
0 %
Excited
Excited
0 %
Sleepy
Sleepy
0 %
Angry
Angry
0 %
Surprise
Surprise
0 %
Next Post

Bersama Presiden RI Walikota Tomohon Bahas Soal Bencana dan Cara Penanggulangannya

cyberinvestigasi.com, 03 Maret 2021, Jakarta – Walikota Tomohon, Caroll Joram Azarias Senduk, SH, mengikuti video conference (vicon) Pembukaan Rapat Kerja Nasional Penanggulangan Bencana Tahun 2021 bersama Presiden, dari Command Center Mall Pelayanan Publik Kota Tomohon, Rabu (3/3/21). Dalam Pembukaan Rapat Koordinasi Nasional Penanggulangan Bencana Tahun 2021 ini, dibuka secara resmi […]
IMG 20210303 190630

Subscribe US Now