Suriyanto PD : RUU Kejaksaan Jangan Tumpang Tindih Dalam Menjalankan Kewenangan Antar Lembaga Penegak Hukum

centerweb
0 0
Read Time:1 Minute, 48 Second

Jakarta, cyberinvestigasi.com – Dalam beberapa pekan terakhir ini, Rancangan Undang-Undang (RUU) Kejaksaan, seakan kian terus menuai polemik di masyarakat, dan bahkan termasuk adanya sejumlah sorotan dari pakar.

Dalam kesempatannya, Ketua Umum Persatuan Wartawan Republik Indonesia (PWRI) yang juga seorang praktisi hukum dan dosen Fakultas Hukum, DR. Suriyanto PD, SH, MH, M.Kn menilai, bahwasanya RUU tersebut harus disikapi dalam perspektif yang lebih luas, jangan dibiarkan menjadi bola liar yang bisa memperkeruh suasana, apalagi di masa pandemic Covid-19 saat ini.

Suryanto melihat, dalam perkembangannya, seyogyanya sampai saat ini adanya undang undang nomor 16 tahun 2004 tentang Kejaksaan Republik Indonesia, dimana sesuai dengan pasal 1 angka 1 UU 16 Tahun 2004 termaktub “Jaksa adalah pejabat fungsional yang diberi wewenang oleh undang-undang untuk bertindak sebagai penuntut umum dan pelaksana putusan pengadilan yang telah memperoleh kekuatan hukum tetap, serta wewenang lain berdasarkan undang-undang.”

“ Saya melihat tugas Jaksa yang mulia akan semakin berat dan kompleks dengan adanya RUU Kejaksaan, sementara sesuai dengan UU Nomor 2 tahun 2002 tentang Kepolisian Negara Republik Indonesia, dimana pada pasal 1 angka 8 dan 9 fungsi Polri sebagai penyelidikan dan penyidikan.

Dari hal tersebut “Saya melihat adanya harmonisasi peraturan dan perundang-undangan antar institusi penegak hukum yang akan saling menjalankan fungsi pengawasan dan saling melakukan koreksi guna kesempurnaan dari penyelidikan, penyidikan, sampai dengan penuntutan,” terang Suriyanto.

“ Harapan kami sebagai warga negara dan praktisi hukum yang sangat menghargai dan menghormati adanya masukan dan perbedaan dalam melihat suatu pendapat, saya yakin semuanya untuk kebaikan dan pembangunan hukum bagi negara yang kita cintai ini”
Semoga harmonisasi seluruh intitusi penegak hukum dapat tetap dijalankan dengan lebih professional, untuk memberikan keadilan dan kepastian hukum bagi seluruh masyarakat Indonesia,” ujarnya.

Suriyanto berujar, kata kuncinya; apakah dengan adanya RUU Kejaksaan ini apabila disyahkan masih dapat menjadikan kinerja yang harmonis antara Kejaksaan, Kepolisian, dan bahkan dengan lembaga penegak hukum lainnya?

“ Untuk itu, dalam hal ini perlu adanya kembali kajian yang mendalam bagi pihak DPR dalam merancang satu RUU demi kepentingan negara, dan dapat menjaga kondusifitas penegakan hukum untuk kepentingan bangsa dan negara, lantas tidak akan menjadi tumpang tindih dalam menjalankan kewenangan antar lembaga penegak hukum,” pungkas Suriyanto. (jgd).

Cyber/Red
By: Mpap s.

Happy
Happy
0 %
Sad
Sad
0 %
Excited
Excited
0 %
Sleepy
Sleepy
0 %
Angry
Angry
0 %
Surprise
Surprise
0 %
Next Post

Dengan Tujuan Satu Kemandirian Masyarakat, Kemensos RI Berikan Bantuan Bagi Disabilitas Netra di Lebak

Lebak, cyberinvestigasi.com – Kementrian Sosial RI melalui Ditjen Rehabilitasi Sosial terus mengawal persiapan implementasi bantuan sosial pengembangan model dari Balai Rehabilitasi Sosial Penyandang Disabilitas Netra (BRSPDN) nyata guna Kementerian Sosial RI sebanyak 14 orang untuk validasi data PDSN calon penerima bantuan pengembangan model di kampung Kadu Bitung, Desa Malangsari, Kecamatan […]
43aaacea a9c4 4593 a9df f9bdc3c28e6d

Subscribe US Now