Sangat Miris Warga Masyarakat Harus Menggunakan Tangga Untuk Bisa Melakukan Ibadah Shalat Di-Masjid

Redaksi
0 0
Read Time:2 Minute, 45 Second

Serang kota, cyberinvrstigasi.com – Walaupun akses jalan untuk menuju ke Masjid Al-Istiqomah, yang beralamat di bhayangkara RW 08, Kelurahan Sumur Pecung ditutup oleh pihak Manajemen Hotel Le Dian” warga tetap melaksanakan sholat di masjid tersebut untuk tetap bisa melaksanakan ibadah lima waktu dan kegiatan keagamaan lainnya.

Dalam hal ini akhir nya warga berinisiatif untuk menggunakan tangga guna menaiki gerbang yang menutup akses jalan ke masjid.

“Iwan beeng, salah satu warga yang juga diamanatkan memegang kunci Masjid Al-Istiqomah, dirinya menyatakan bahwa penutupan akses ke masjid berawal dari site plan pelebaran bangunan Hotel Le Dian.

“padahal Masjid ini di atas tanah wakaf dari masyarakat, dan sudah lama berdiri dari tahun ’60-an, (seingatnya). Dahulu waktu masih SD, di pekarangan ini sering tuh dipakai bermain oleh saya dan anak-anak lainnya, Jadi keberadaannya juga sudah lama, sudah puluhan tahun,” ujarnya, Senin (31/08/2020).

Selanjutnya, Ia mengatakan bahwa penutupan akses ke masjid tersebut diduga karena ada niatan untuk mengusir secara perlahan, sebab pihak hotel juga sudah membangun masjid yang tanpa izin masyarakat.

“Untuk posisi masjid Al-istiqomah, memang ada di tengah-tengah bangunan hotel, jadi sepertinya ada keinginan dari pihak hotel untuk membongkarnya, akhirnya akses jalannya di tutup, itu pun baru-baru ini sih”,
Namun harapan dari ditutupnya akses jalan itu, mungkin untuk mengusir pelan-pelan jamaah agar tidak melaksanakan kegiatan ke agamaan di situ, karena lambat lain nantinya kalau sudah ditinggal, pihak hotel jadi punya alasan tuh untuk membongkar masjid tersebut.

Selain itu juga, sebab salah satu atas pengakuannya (red-Le Dian), pihaknya sudah mengganti dengan masjid baru, yang pembangunannya tanpa ada persetujuan warga,” jelasnya.

Mengenai pembangunan masjid baru, Iwan, menyebut pihak hotel tidak melibatkan warga, melainkan malah melibatkan pihak luar sekaligus menjadi DKM-nya dari luar warga Bhayangkara.

“Ini masjid yang ngakunya sebagai pengganti, tak ada izin dari warga lho, berarti pihak hotel tidak mengaggap ada masyarakat di sini. Ditambah pihak hotel malah melibatkan MUI Kota Serang, sekaligus pengurus MUI yang menjadi DKM-nya, jadi warga di sini tidak mengakui masjid baru itu karena nama masjidnya juga beda.

Kemudian sepengetahuan awam saya, wakaf itu tidak boleh dipindahkan, terkecuali untuk kemaslahatan umat, namun ini mah untuk hotel. Ga ada yang jamin nanti tanahnya (red-eks masjid) dan untuk dijadikan apa, Saya tidak mau menanggung dosa-dosa dari yang sudah diamanatka ke saya”
Terkecuali pihak hotel mau seren (tanggung jawab) dari amanat yang dititipkan ke saya,” ujarnya.

Lebih lanjut ia mengatakan, warga tidak mempersulit sama sekali kepada pihak hotel. “ Kami ini hanya ingin beribadah, itu saja ko, bahkan kami tawarkan masjid itu silahkan dibangun, namun harusnya tetap bentuknya masjid, dan silahkan juga untuk dikelola” Asalkan warga tetap bisa shalat di masjid itu.

“Namun ini malah sebaliknya, pihak hotel tidak mau, terus dkasih salaman atau istilah kesepakatan persetujuan (Red-hotel) untuk tanggung jawab atas wakaf juga tidak mau,” pungkasnya.

Sementara menanggapi hal tersebut, General Manager (GM) Le Dian Hotel Yuswanto, membenarkan terkait penutupan masjid.
Namun, ia enggan memberikan penjelasan secara lengkap alasan penutupan masjid dan rencana perluasan hotel, sebab pihaknya juga menyerahkan sepenuhnya kepada pengacara untuk menyelesaikan persoalan masjid dengan warga setempat, tuturnya.

“Iya, bisa langsung tanyakan saja sama yang punya (pengacara). Karena itu bukan kewenangan saya untuk menjelaskan hal ini, dari perusahaan sudah ada tim lawyernya, tanyakan saja langsung, karena itu tidak ada hubungannya dengan Le Dian Hotel,” singkatnya

Penulis: Ogan s.
Kota Serang

Happy
Happy
0 %
Sad
Sad
0 %
Excited
Excited
0 %
Sleepy
Sleepy
0 %
Angry
Angry
0 %
Surprise
Surprise
0 %
Next Post

Jakarta bandara soetta, cyberinvestigasi.com – Personel Polresta Bandara Soekarno-Hatta, dengan didampingi oleh bhayangkari cabang Bandara Soekarno-Hatta melakukan Via Zoom yang dipimpin oleh Wakapolri Komjen Pol Gatot Eddy Pramono, dalam rangka hari jadi Polwan ke-72 tahun 2020, yang bertempat di Gedung lantai 5 Polresta Bandara Soekarno Hatta, Selasa (01/09/2020). Dalam kegiatan […]
IMG 20200901 202413

Subscribe US Now