IMG 20240201 203309

Diduga Kuat Telah Adanya Rahasia Hitam Dalam Penyaluran Bantuan Pangan Beras Pemerintah (CBP) di Tahun 2024

0 0
Silahkan Share
Read Time:3 Minute, 22 Second

Cyberinvestigasi.com, Serang – Bantuan pangan beras kembali diduga kuat telah adanya rahasia hitam dan terselubung dalam cara penyaluran bantuan pangan beras pemerintah, (CBP), di Tahun 2024 yang digulirkan pemerintah kepada 22 juta Keluarga Penerima Manfaat (KPM), yang mana telah dimulai dari semejak 2 Januari 2024 lalu.

Namun diketahui juga bahwa dalam penugasan penyaluran bantuan pangan beras ini, pemerintah sudah menunjuk dan percayakan kepada Bulog.
Hal ini karena Bulog dinilai telah mampu dan berhasil menjalankan program-program Pemerintah sebelumnya.

Disisi lain, pada tahun 2024 saat ini pemerintah juga telah mencatat adanya peningkatan jumlah penerima bantuan pangan beras sekitar 8 persen dibandingkan jumlah penerima ditahun sebelumnya yang berjumlah 21,3 juta KPM.
Sehingga pihak Pemerintah bersama Perum Bulog juga merubah mekanisme penyaluran Bansos Beras 10kg dengan cara menggunakan surat undangan dan barcode yang dikirim dari Subdivre Bulog ditiap wilayah kepada Keluarga Penerima Manfaat (KPM) dimasing-masing daerah.
Kamis, (1-02-2024)

Selanjutnya surat undangan yang disertai Barcode tersebut dikirimkan terlebih dahulu sebelum bansos beras 10kg didistribusikan kepada Keluarga Penerima Manfaat (KPM), sesuai data by address by Name.
Sehingga setelah surat undangan dan barcode diterima KPM, Subdivre Bulog kemudian akan mendistribusikan Bansos Beras itu ke titik lokasi yang telah ditunjuk dan disepakati oieh KPM bersama Tim Pendamping dimasing-masing daerah.

Biasanya titik lokasi penurunan bansos beras 10kg itu dilakukan di kantor kelurahan atau kecamatan, hal itu untuk mempermudah pengiriman barang oleh Armada pengangkut bantuan sosial beras 10kg kepada penerima manfaat.

Tapi baru-baru ini, pendistribusian bansos beras 10kg tersebut ada yang berbeda, seperti halnya yang sudah terpantau di dua Kecamatan yakni Ciruas dan Pontang Kabupaten Serang Banten.
Bansos beras seberat 10kg itu lebih dulu dikirim sebelum surat undangan dan barcode yang menjadi syarat pengambilan bantuan sosial itu diterima oleh penerima manfaat.

BACA JUGA :  Selain Membuat Warga Merasa Resah, Diduga Penambangan Batu Andesit Juga Izin Usaha Sudah Habis

Berdasarkan hasil investigasi dilapangan sepert yang ditemukan di salah satu desa yakni di Desa Ranjeng, Kecamatan Ciruas”, Bantuan sosial dari pemerintah berupa 10kg beras dikirim dari Subdivre bulog serang dan diturunkan di halaman kantor desa Ranjeng.

Kepala Desa Ranjeng Sapta Mulyana, saat dikonfirmasi di kediamannya membenarkan, pihaknya telah menerima bantuan sosial berupa beras 10kg untuk diserahkan kepada warganya yang tercatat sebagai penerima manfaat.

“Sudah, sudah diterima, barangnya ada di kantor desa, dikirimnya itu kalau gak salah sore sekitar jam setengah lima,” kata dia kepada wartawan, Selasa 30 januari 2024.

Sambung Kepala Desa Ranjeng, dia juga menerangkan bahwa bansos beras 10kg untuk 50 warganya yang tercatat sebagai penerima manfaat itu sudah beres semua dan tidak ada masalah.

“Sudah beres semua, gak ada masalah, semuanya ada 50 karung beras untuk 50 penerima manfaat, sudah ya saya buru-buru ada acara,” Pungkasnya.

Keesokannya, (Rabu, 31 Januari 2024) wartawan menyambangi kantor desa Ranjeng guna memastikan Bansos pangan berupa beras tersebut yang sudah tersalurkan kepada 50 warga Ranjeng yang tercatat sebagai penerima manfaat.

Namun nyatanya, bansos beras 10kg sebanyak 50 karung itu masih utuh tersimpan di salah satu ruangan kantor desa Ranjeng belum tersentuh KPM, diduga data penerima manfaat by address by name belum diterima perangkat desa, sehingga penyaluran bansos beras 10kg ke para penerima manfaat menjadi tertunda bahkan sampai menginap di kantor desa Ranjeng.

Terpisah, sebanyak 65 warga Desa pontang, kecamatan pontang, Kabupaten serang pun dikabarkan mendapat bantuan sosial beras dari pemerintah pusat. hal itu dibenarkan oleh Jaenudin, salah seorang staff desa saat dikonfirmasi melalui telepon aplikasi Whatsapp.

BACA JUGA :  Meriahkan Hari Kemerdekaan RI ke 78, Warga Komplek Graha Cipacung Gelar Beberapa Pertandingan Dengan Sukses

Jaenudin mengatakan bahwa sebanyak 65 warga desa pontang akan mendapat bantuan berupa beras 10kg.

“Iya ada kang, tapi belum datang, katanya sih sore turunnya, gak banyak cuma 65 karung ukuran 10kg,” ujarnya.

Namun Jaenudin, mengaku tidak mengetahui pasti siapa saja warga desa pontang yang tercatat sebagai penerima manfaat bantuan beras 10kg dari pemerintah pusat tersebut.

“Kalau untuk siapa aja penerimanya saya belum tau karena datanya belum kami terima,” kata dia kepada wartawan saat dikonfirmasi via telepon aplikasi whatsapp pada Rabu,31 Januari 2024.

Mengutip portal badanpangan.go.id penyaluran bantuan pangan yang berasal dari stok Cadangan Beras Pemerintah (CBP) di tahun 2024 ini, distribusi bansos pangan beras 10kg akan dilakukan secara bertahap dari januari hingga juni, mengingat jumlah penerima yang tersebar di seluruh wilayah Indonesia.

*Puskominfo Indonesia*

Agus.s
Cyber_Red

Happy
Happy
0 %
Sad
Sad
0 %
Excited
Excited
0 %
Sleepy
Sleepy
0 %
Angry
Angry
0 %
Surprise
Surprise
0 %

Average Rating

5 Star
0%
4 Star
0%
3 Star
0%
2 Star
0%
1 Star
0%