Soal Masyarakat di Haruskan Beli STB Gegara TV Analog Dimatikan Akhirnya Kemenkominfo Mendapat Kritikan

Redaksi
IMG 20210801 122629
0 0
Read Time:2 Minute, 6 Second

Cyberinvestigasi.com, 1 Agustus 2021, Jakarta – Anggota Komisi I DPR RI, Nurul Arifin, menyayangkan terhadap pernyataan Direktur Penyiaran, Direktorat Jenderal PPI, Kementerian Kominfo Geryantika Kurnia, di acara sosialisasi TV digital. Pasalnya, di kesempatan tersebut, Geryantika, menganjurkan masyarakat untuk membeli Set Top Box (STB) pada produk tertentu.

Menurutnya, hal tersebut tidak menunjukkan kebijakan yang sesuai dengan kondisi masyarakat”,
Terlebih per 17 Agustus, pemerintah akan memberlakukan ASO (Analog Switch Off) dan beralih ke TV digital di 6 wilayah siaran Indonesia guna mengurangi beban masyarakat.

Dilansir dari sumber informasi: detikNews.com

Bahwa Nurul juga menilai anjuran tersebut tak sesuai dengan kesepakatan awal dengan DPR. Pasalnya, Kemenkominfo telah berjanji memberikan STB gratis bagi masyarakat yang membutuhkan sehingga dapat beralih ke TV Digital.

“Kominfo ini tidak konsisten.
Semasa pembahasan RUU Cipta Kerja dikatakan bahwa set top box akan diberikan secara gratis.
Namun sekarang bukannya gratis malah kesannya mengambil keuntungan dari pengadaan set top box ini,” ujar Nurul dalam keterangannya, Sabtu kemarin (31/7/2021).

Tak hanya itu, Nurul juga menyesalkan tindakan Kemenkominfo yang mengarahkan masyarakat untuk membeli produk tertentu merek STB dengan sertifikasi Kominfo dan tulisan ‘Siap Digital’.
Adapun produk ini meliputi, Nexmedia (NA1300/DVB-T2 MPEG4 HD), Polytron (PDV 600T2), Ichiko (8000HD), Akari (ADS-2230, ADS-168 dan ADS-210), Venus (Brio), Tanaka (T2), Matrix (Apple), Evercoss (STB1).

Selanjutnya, Wakil Ketua Umum Partai Golkar ini mengatakan bahwa hal tersebut justru dapat menambah beban masyarakat.
Sebab dalam hal saat ini mengingat banyak masyarakat yang mengalami kesulitan ekonomi lantaran pandemi COVID-19.

Dikesempatan lain, sebaliknya, Nurul juga meminta agar Kemenkominfo menunjukkan empati kepada masyarakat.

“Kominfo sama sekali tidak peka terhadap kondisi masyarakat yang sedang bertahan menghadapi pandemi ini.
Televisi merupakan satu-satunya hiburan rakyat.
Saat ini masih banyak masyarakat yang hanya punya TV analog,” tambah Nurul.

Anggota DPR dari Fraksi Partai Golkar ini juga mengingatkan agar Kemenkominfo menunda program migrasi ke TV digital dan memaksa masyarakat membeli STB.
Sebab menurutnya, hal ini dapat merebut kebahagiaan masyarakat di tengah pandemi.

“Sebaiknya program ini ditunda dulu sampai reda pandemi. Atau kalau memang harus pindah saat ini maka STB harus dibagikan secara gratis,” kata Nurul.

Nurul juga mengimbau agar seluruh pihak dapat mempertimbangkan realisasi program migrasi tersebut.
Ia menilai anjuran Kemenkominfo untuk membeli STB yang sudah bersertifikat dan meminta masyarakat untuk mengecek di aplikasi SIRANI tak sesuai dengan kondisi saat ini.

“Jangan mengambil keuntungan di tengah kesulitan yang sedang dihadapi rakyat.
Masih ada waktu sampai tahun depan untuk merealisasikan program transisi analog ke digital.
Saya minta hal ini jadi perhatian kita bersama,” pungkasnya.

_Puskomunfi Indonesia_

Cyber-Red
(M.s.)

Happy
Happy
0 %
Sad
Sad
0 %
Excited
Excited
0 %
Sleepy
Sleepy
0 %
Angry
Angry
0 %
Surprise
Surprise
0 %
Next Post

Pemerintah Kelurahan Pengampelan Kembali Salurkan Bantuan Beras (BLT-Pkh) Sebanyak 510 Warga (KK) Tahun 2021

Cyberinvestigasi.com, 01 agustus 2021, Serang kota – Sebanyak 510 kepala keluarga (KK) selaku KPH di Kelurahan Pengampelan Kecamatan Walantaka Kota Serang, telah berkesempatan menerima bantuan langsung tunai (BLT-pkh), dan penyaluran BLT-PKH tersebut dilaksanakan di kantor Kelurahan Pengampelan Minggu, (01/08/2021). Satu-persatu warga yang termasuk dalam daftar penerima BLT-PKH mendatangi meja petugas […]
IMG 20210801 WA0013

Subscribe US Now