IMG 20221224 WA0017

Tragedi Kanjuruan Tak Kunjung Tuntas: Geramnya Jusuf Rizal Bentuk Asosiasi Suporter Seluruh Indonesia

0 0
Silahkan Share
Read Time:1 Minute, 59 Second

cyberinvestigasi.com, Madura – Mantan Direktur Direktur Pembinaan Usia Dini serta Direktur Marketing dan Promosi PSSI (Persatuan Sepakbola Seluruh Indonesia), KRH.HM.Jusuf Rizal merasa geram kasus meninggalnya 135 suporter sepakbola di Kanjuruan, Malang tidak kunjung tuntas. Ia kemudian menggagas berdirinya ASSI (Asosiasi Supporter Seluruh Indonesia).

“Saya diminta oleh jaringan suporter agar turut membantu kasus meninggalnya 135 suporter yang tidak kunjung tuntas. Dan ini membuat saya tergerak untuk menghimpun kekuatan agar para suporter bersatu,” tegas Jusuf Rizal kepada media di Pamekasan, Madura.

Pria berdarah Madura-Batak itu bukan sosok yang asing di dunia sepakbola Indonesia. Sebelum masuk menjadi pengurus PSSI, Jusuf Rizal dikenal sebagai penggagas penyelenggara Ligana (Liga Sepakbola Anak) Indonesia.

Karena itu selama tujuh tahun dikenal kompetisi sepakbola anak seperti Ligana Milo (Disponsori Produk Milo), Liga Campina (Sponsor Es Campira), Liga Shampo Lifebouy (Sabun), Piala ExtraJoss, Liga Pertamina, Piala Danone, Piala Bogasari, dll.

Ditangan pria bertangan dingin ini, kompetisi sepakbola anak usia dini bergulir dan berdegub ketika itu. Jusuf Rizal juga membawa Tim Indonesia ke Kanga Cup Australia dengan biaya sendiri. Menggagas APSSO (Asean Primary Scholl Sports Olympiad) bekerjasama Diknas.

Karena itu ketika Jusuf Rizal yang juga Presiden LSM LIRA (Lumbung Informasi Rakyat) menggagas berdirinya ASSI, tidak aneh buat awak media. Rekam jejak tentang dunia sepakbola tidak asing bagi pria yang juga kini menjadi pengacara itu.

“Saya berharap melalui wadah ASSI ini, sudah saatnya para suporter seluruh Indonesia bersatu. Tidak disekat-sekat oleh kepentingan terbatas pada kelompok, tapi harus menyatukan kekuatan agar memiliki nilai tawar bagi klub sepakbola dan PSSI,” tegas Jusuf Rizal.

BACA JUGA :  Perpanjangan PPKM Level 2, Polres Lebak Polda Banten Bersama Satgas Covid-19 Terus Lakukan Ops Yustisi

IMG 20221224 WA0020Menurutnya, para suporter bisa melakukan boikot terhadap seluruh kompetisi yang dilaksanakan, baik laga dalam negeri maupun laga internasional di dalam negeri.

Jangan suporter hanya jadi alat eksploitasi kepentingan industri sepakbola, namun tidak memiliki keberpihakan yang baik dan manusiawi. Saat dibutuhkan disanjung, tapi saat mengalami tragedi seperti Kanjuruan ditinggal.

Ketika ditanya apa program ASSI nanti, menurut Jusuf Rizal, ia akan menyatukan kekuatan, solidaritas, soliditas, program peningkatan pemberdayaan organisasi suporter agar dapat mandiri. Melakukan pendidikan berorganisasi, membangun manajemen modern sesuai dengan revolusi industri, Jambore Suporter Indonesia (Jamsi), Hari Suporter Indonesia (Hasi), dll.

“Kedepan kita berharap ASSI dilibatkan dalam setiap laga pertandingan agar ikut memberi masukan bagi terlaksananya setiap pelaksanaan kompetisi. ASSI dapat berperan bersama PSSI, Pemerintah, Aparat dan Sponsor untuk membangun Industri sepakbola Nasional ke depan,” tutur pria yang juga Ketua Presidium Relawan Jokowi-Amin The President Center pada Pilpres 2019.

*Puskominfo Indonesia*
Cyber_Red
M.s

Happy
Happy
0 %
Sad
Sad
0 %
Excited
Excited
0 %
Sleepy
Sleepy
0 %
Angry
Angry
0 %
Surprise
Surprise
0 %

Average Rating

5 Star
0%
4 Star
0%
3 Star
0%
2 Star
0%
1 Star
0%